Monday, June 27, 2011

Cara ngeteng ke Gunung Bromo

Inilah gunung yang ketenarannya sudah mendunia. Muncul menjadi bahasan guide books kelas dunia, dan menjadi dambaan traveler dunia untuk menjamahnya. Tak heran, begitu masuk Probolinggo, kota kecil yang nota bene bukan kota pariwisata yang terkenal, kita bisa menemukan banyak turis berkeliaran. Apalagi kalau bukan untuk menuju Bromo.
Gunung Bromo adalah gunung yang masih aktif dan secara teratur mengeluarkan asap dengan ketinggian mencapai 2.392 meter dpl. Dalam kondisi normal, kita bisa berada di tepi kawah Bromo dengan naik anak tangga berjumlah 249 buah. Namun, saat saya berkunjung ke sana, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru masih ditutup untuk umum karena statusnya masih membahayakan. Jarak aman adalah dua kilometer dari puncak Bromo. Dalam kondisi normal, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dibuka untuk umum, inilah tiket masuk yang harus Anda bayar:

 Wisatawan lokal Rp6.000,00
 Wisatawan asing Rp25.000,00
*tiket sudah termasuk asuransi.
Saya beruntung tidak harus membayar karena loket tutup dan lokasi sebenarnya belum dibuka untuk umum karena status Gunung Bromo aktif. Beberapa kali terdengar deru keras seperti suara pesawat terbang dari jarak dekat, kemudian disusul asap tebal hitam membubung. Walaupun begitu, situasi itu masih relatif aman.
Saya juga menikmati Bromo dari Penanjakan II. Penanjakan adalah view point yang paling bagus untuk menunggu matahari terbit atau sunrise. Ada dua Penanjakan, yaitu Penanjakan II dan I. Yang paling tinggi adalah Penanjakan I. Jarak dari Cemoro Lawang ke Penanjakan II sekitar lima kilometer. Jalan santai sekitar dua jam dari Cemoro Lawang. Namun, ada alternatif untuk menuju sana dengan mudah, yaitu sebagai berikut.
 Dari Cemoro Lawang Anda bisa naik ojek motor, biasanya ditawarkan penduduk sekitar. Harga mulai sekitar Rp15.000,00–Rp25.000,00. Anda bisa mendapatkan harga Rp30.000,00 untuk antar-jemput. Motor hanya akan mengantarkan Anda dari Cemoro Lawang hingga titik akhir di area parkiran tempat mangkal mobil jeep dan motor. Anda masih harus jalan kaki ke puncak Penanjakan dengan kondisi jalur berupa tanah biasa, dan terakhir adalah jalur berupa anak tangga. Bila Anda tidak kuat, Anda bisa naik ke puncak Penanjakan II dengan naik kuda, rata-rata tarifnya Rp50.000,00/sekali jalan.
TIPS
Bila ingin mendapatkan sunrise, berangkatlah pagi-pagi benar menuju puncak Penanjakan. Bila ingin lebih santai, Anda bisa naik ke puncak Penanjakan pukul 3.00 WIB. Paling telat pukul 3.30 WIB Anda sudah harus jalan. Jangan khawatir karena jalur yang akan dilalui sangat ramai pengunjung, dan warga yang menawarkan ojek, jeep, hingga kuda.

Bila Anda beruntung cuaca cerah dan tidak berkabut, Bromo akan terlihat sempurna dari puncak Penanjakan ini. Turun dari puncak Penanjakan akan lebih nikmat lagi, tidak capek. Dari sini kita bisa sarapan dulu di beberapa warung yang ada di Cemoro Lawang. Selanjutnya, bisa jalan menuju ke view point yang ada di lokasi resmi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, dan turun ke Lautan Pasir. Apakah Lautan Pasir itu? Ini merupakan suatu kaldera hasil letusan Gunung Tengger Purba, dengan luas mencapai 5.250 hektar, berbentuk lingkaran dengan garis tengah terpanjang delapan kilometer dan terpendek enam kilometer. Nah, di atas hamparan Lautan Pasir ini terdapat beberapa gunung yang menambah kecantikan kawasan Bromo, yaitu Gunung Batok (2.440 meter dpl), Gunung Kursi (2.581 meter dpl), Gunung Widodaren (2.614 meter dpl), dan Gunung Watangan (2.601 meter dpl). Anda bisa menuju pura yang biasanya digelar upacara Kasodo menggunakan kuda sewaan seharga Rp50.000,00. Sensasinya luar biasa

Cara Menuju Bromo dari Terminal Bayu Angga Probolinggo
1. Naik ojek. Rp50.000,00 sekali jalan. Nilai plusnya adalah, Anda bisa langsung diantar saat itu juga, tidak wasting time.Minusnya adalah, Anda membayar dua kali lipat ongkos
transportasi biasa. Selain itu, bila cuaca nggak jelas seperti sekarang ini, bisa-bisa Anda basah di perjalanan karena kehujanan.
2. Naik mobil Isuzu Bison. Cari mobil yang ngetem di depan Pujasera Terminal Bayu Angga. Keluar dari pintu utama terminal, belok kiri. Nanti Anda akan lihat banyak mobil
Isuzu Bison (mayoritas warna hijau) terparkir. Harga normal adalah Rp25.000,00 per orang. Nilai plusnya selain tidak kehujanan, tentu saja murah. Nilai minusnya, Anda mungkin akan menunggu lama … pengalaman saya, sudah seperti penantian tiada akhir karena tidak juga diberangkatkan. Padahal, sudah menunggu di lokasi ngetem selama tiga jam, dan sang sopir asyik kongkow!

Rute yang dilalui adalah:
Dari Terminal Bayu Angga, Probolinggo menuju Desa Sukapura sejauh 30 kilometer, kemudian menuju Desa Ngadisari sekitar 24 kilometer, kemudian ke Cemoro Lawang 2,5 kilometer. Cemoro Lawang terletak tak lebih dari 2,5 kilometer dari Bromo. Tiba di Bromo, ada beberapa hotel dan homestay yang bisa Anda gunakan untuk menginap semalam.
 Jalur Lain Menuju Bromo
1. Malang–Bromo
Malang–Tumpang : 18 km
Tumpang–Gubuklakah : 12 km
Gubuklakah–Ngadas : 16 km
Ngadas–Jemplang : 1 km
Jemplang–Bromo : 10 km

2. Pasuruan–Bromo
Pasuruan–Warung Dowo : 4 km
Warung Dowo–Tosari : 36 km
Tosari–Wonokitri : 3 km
Wonokitri–Dingklik : 6 km
Dingklik–Penanjakan : 4 km
Dingklik–Bromo : 7 km

3. Lumajang–Bromo:
Lumajang–Senduro : 22 km
Senduro–Ranu Pani : 26 km
Ranu Pani–Jemplang : 6 km
Jemplang–Bromo : 10 km

12 comments:

Building Smart said...

thx infonya. apa sdh bisa dikunjungi lagi..?

Ariyanto said...

Dari informasi yg dimuat di Tribunnews, status Gunung Bromo terhitung sejak 13 Juni 2011, pukul 18.00 WIB diturunkan dari Siaga (Level III) menjadi Waspada (Level II).
Secara pasti, saya tidak tahu apakah sudah bisa naik ke atas. Tetapi, pas saya ke sana (dgn asumsi status msh siaga), tetap bisa turun ke lautan pasir, melihat bromo dr view point di penanjakan atau di view point resminya dpn kantor pengelola

Anonymous said...

makasi infonya . manfaat bgt.

Anonymous said...

makasi infonya . manfaat bgt.

Anonymous said...

Sewa jeep berapa ya mas?

Ariy said...

Harga sewa di sana seragam sih. Jadi sudah diorganisasi, gak bisa nawar. Ada yg 450rb bisa dapat ke kawah bromo dan penanjakan I (sampai di titik tertentu, naiknya tetep jalan kaki lagi). Kalau 750rb ada tambahan dua spot lagi, termasuk pasir berbisik itu. Menurut saya mahal, karena naik motor mah lebih murah, per orang more less 30rb.

Anonymous said...

Pondok pertaniaan tanjung terletak di dukuh: Tanjung rt.03. rw.03.(KM 99) desa: Baledono. kec: Tosari. kab: Pasuruan Ja-Tim. (Km. 99. dari Surabaya)

@.kamar los + 2 km mandi luar kapst: 8 s/d 16 orang, cukup memasukan dana "sukarela" ke kotak dana perawatan pondok pertanian. (tanpa tarif)
@.kamar utama + km mandi dalam + perapian, kapst: 2 s/d 4 orang. Rp.150.000,- / malam.

*.fasilitas:.dapur,. kulkas,. ruang makan,. teras (4 x 12 m),. halaman api unggun,. tempat parkir unt 6 mobil,. kebun sayur.
*.bisa masak sendiri dng menganti LPJ dsb..Rp.30.000,-
*.bisa dimasakan menu sederhana Rp.20.000,- 1x.makan. (.bisa nego dgn ibu Sulis.)

# untuk informasi hub: per sms/tlp. 085608326673 - 081249244733 ( Elie – Sulis ) 081553258296 (Dudick). 0343-571144 (pondok pertanian).

Wisata Bromo said...

Gunung Bromo Memang tidak ada habisnya

Paket Wisata Bromo said...

bromo tiada habisnya
Bromo Tour
Bromo Malang Tour
Paket Wisata Bromo
Paket Wisata Bromo Malang
Bromo Tour

Agripta Ananda said...

Bromo memang wisata yang paling lengkap tapi sayang sekarang ekosistemnya udah banyak berubah. :(

www.travelmalangjuanda.com

visitprobolinggo.com said...

Ada banyak cara untuk memperbaiki, tergantung kita sekarang

Anonymous said...

rekeasi yang menantang
wisata bromo the adventure tour
makasih infonya