Sunday, July 10, 2011

Hunting penginapan murah & gratis: Hostel versus Hospitality Exchange

Dalam backpacking, saya menggunakan dua cara untuk mencari penginapan murah atau pun gratis. Berikut pengalaman saya, sebagaimana saya tulis dalam buku pertama saya "Rp 2 Jutaan Keliling China Selatan dalam 16 Hari". Untuk penginapan, saya merencanakan dua hal. Pertama, menggunakan sarana hospitality exchange organization, untuk mendapatkan teman dan tempat tinggal di daerah yang akan kita tuju secara gratis. Kedua, menginap di hostel untuk para backpackers yang memang terkenal murah
Untuk hostel, ada banyak hostel murah yang ditawarkan secara online. Beberapa di antaranya sudah terkenal sebagai jaringan hosteling international yang memiliki hostel di berbagai negara. Sementara dengan cara hospitality exchange, siapapun bisa melakukannnya, kita cukup bergabung menjadi anggota dari hospitality exchange organization secara gratis, kemudian mulailah kita berselancar mencari anggota lain yang sekiranya bisa membantu kita, termasuk persoalan akomodasi. Jadi, bukannya karena saya memiliki teman di kota dan negara yang kita tuju sebelumnya. Ini benar-benar orang baru yang akan kita temui dan kita akan tinggal di tempatnya.
Kenapa saya menggunakan keduanya? Karena tidak ada jaminan kita bisa mendapatkan free accommodation melalui hospitality exchange, sehingga kita perlu backup hostel. Dua organisasi hospitality exchange yang sudah cukup terkenal adalah www.hospitalityclub.org dan www.couchsurfing.org. Saya bergabung dengan keduanya sejak akhir 2008.  Bila kita belum jadi member-nya, gampang, tinggal sign up saja. Tidak perlu jadi member bertahun-tahun untuk bisa menikmati sistem hospitality exchange. Intinya, situs ini adalah jejaring sosial yang memungkinkan orang dari berbagai belahan dunia untuk bertemu, membantu satu sama lain, berinteraksi dan menikmati cultural exchange. Dengan menjadi anggotanya, kita bisa mencari anggota di wilayah yang akan kita tuju, dan bila memungkinkan tinggal di tempatnya. Ada tipe anggota yang hanya sekadar ingin meet and drink ada pula yang siap menjadi host (tuan rumah) bagi kita, sehingga kita bisa tinggal di rumahnya. Dua-duanya sangat membantu kita. Lebih dari itu, it’s gonna be fun! Tidak ada aturan-aturan khusus kecuali kesepahaman satu sama lain. Semangatnya sih lebih dari sekadar memberikan akomodasi secara gratis, tetapi membuat perubahan yang lebih baik bagi planet kita. Itu setidaknya yang saya tangkap.
Bila saya bisa mendapatkan free accommodation, maka saya tidak perlu merogoh kocek buat hostel. Bila memang hingga last minute tidak mendapatkan tempat juga, maka kita perlu booking hostel. Saya selalu menerapkan ini. Jika hingga H-1 keberangkatan saya tidak juga mendapatkan jawaban atas request saya melalui dua situs itu, saya akan booking hostel secara online. Setidaknya membuat saya merasa aman, bahwa saya tiba di suatu negara dan sudah ada tempat yang akan dituju. Ini juga penting, karena imigrasi negara yang kita tuju biasanya akan bertanya di mana kita akan tinggal selama berada di negara tersebut.
Hostel bisa di-booking melalui sejumlah agen online. Misalnya di www.hostelbookers.com atau www.hostelworld.com. Kita tinggal klik negara dan kota tujuan, kemudian akan tersaji sejumlah alternatif hostel lengkap dengan fasilitas, harga kamar, reviews dari orang-orang yang pernah menginap di sana, foto-foto kondisi kamar dan fasilitas, hingga peta menuju ke lokasi yang bersangkutan. Booking bisa dilakukan dengan menggunakan kartu kredit, dan kita hanya perlu membayar deposit 10% secara online, dan membayar sisanya pada saat check in. Dalam beberapa kali saya melakukan transaksi dengan kartu kredit untuk booking hostel, tak sekalipun saya mengalami persoalan. Sehingga tidak perlu khawatir soal ini.

TIP:
1.                  Bila kita booking hostel secara online melalui kedua agen yang saya sebut di atas, kita akan disuguhkan sejumlah hostel yang harganya selisih sedikit satu sama lain, dengan fasilitas yang sama-sama komplitnya. Jangan buru-buru memutuskan mengambil yang harganya paling miring. Tetapi klik dulu di kolom overview, ratings and reviews, serta maps and direction. Penting untuk membacanya! Di overview kita bisa melihat fasilitas yang ditawarkan, di ratings and reviews kita membaca testimoni mereka yang pernah tinggal di sana, termasuk testimoni yang berupa keluhan sekalipun akan dimuat sehingga Anda bisa mendapatkan informasi yang seimbang. Sementara tak kalah penting adalah maps and direction, sesulit apa kita bisa mencapainya dan apakah lokasinya cukup strategis. Bandingkan satu sama lain! Keputusan didasarkan pada kebutuhan Anda. 
2.                  Booking hostel secara online sangat menguntungkan. Apalagi bila dalam kondisi high season. Karena bila kita melakukan secara go show, asal datang terus tanya kamar, sangat berisiko tidak mendapatkan kamar. Buntutnya, Anda harus bingung ke sana ke mari cari hostel (kalau ada) bahkan mungkin harus menginap di hotel, dan proses mencarinya pasti lebih banyak menggunakan taksi. Artinya, lagi-lagi Anda akan buang-buang duit.

Bagaimana bila menerapkan hostel dan hospitality exchange sekaligus? Saya menerapkan untuk mencari free accommodation terlebih dahulu hingga last minute sebelum keberangkatan saya ke kota yang bersangkutan. Bila hingga last minute saya tidak mendapatkan kejelasan soal free accommodation, maka saya akan langsung booking hostel secara online. Bisa jadi jawaban untuk free accommodation terlambat karena tidak setiap saat kita online di internet. Misalnya setelah kita tiba di kota yang bersangkutan dan telanjur booking hostel kita baru mendapatkan jawaban soal free accommodation dari anggota hospitality exchange organization yang kita tuju. Dengan kondisi ini saya akan memilih tinggal secara free dengan mereka dan menghanguskan deposit yang sudah saya bayar di hostel. Deposit untuk hostel yang harus kita bayar rata-rata antara $ 1 - $ 2  tergantung harga kamar. Memang terkadang sayang uang segitu kita buang. Namun di sisi lain, kita tidak harus merogoh kocek lebih dalam untuk membayar sisanya. Prinsip efisiensi sangat penting di sini.
Saya selalu menikmati proses cultural exchange dengan orang-orang lokal. Saya mendapatkannya dengan sistem hospitality exchange. Kita bisa tinggal di keluarga setempat, mengetahui cara hidup mereka, budaya mereka.  Tetapi bukan berarti tinggal di hostel kita tidak bisa menikmati cultural exchange. Bila kita memilih kamar dorm, semacam asrama, maka sangat memungkinkan kita berinteraksi dengan  backpackers dari berbagai negara yang tinggal satu kamar dengan kita. Bagi saya, dalam backpacking, yang paling mengasyikkan adalah proses berinteraksi dengan orang lain dan cultural exchange. Saya menikmati benar proses ini. Destinasi indah adalah hal kedua yang menjadi pelengkap.
Saya menikmati setiap culture shock yang saya alami atau yang dialami orang yang berinteraksi dengan saya. Saya melihat perbedaan cara adalah sesuatu yang indah, dan ketika saya kembali ke rumah dan menceritakan perbedaan-perbedaan ini kepada teman dan keluarga, mereka menikmati cerita saya. Bahkan saya terkadang curiga, jangan-jangan mereka lebih menikmati cerita saya daripada souvenir yang saya bawakan sebagai oleh-oleh ? Hehehehehe.
          
Selamat berpetualang.....

4 comments:

erickaregy said...

Wah Mas Ariy...
judulnya bikin tertarik orang baca hehehe...

Nice topic, great blog and I love the song.. and the quote as well..

I'm lost without you.. ciaaa heheh

suksess selaluu yaaa

Ariyanto said...

hahaha...makasiiiiiiih...:)

ekoph said...

Mantab gan... Lebih mantab lagi kalo blognya pakai domain sendiri... hehehe... Salam sukses!

Ariyanto said...

pengen juga sih gan, tapi gak tau carane. Gaptek hahaha