Thursday, October 11, 2012

"Werkudara" Satu-satunya Hop On Hop Off di Indonesia

Hey, Journer...

Ngomongin Hop On Hop Off Bus, ternyata masih banyak yang belum ngeh. Nah, kali ini saya mau cerita. Hop On Hop Off Bus sih terjemahan bebasnya adalah bus yang dikhususkan untuk sightseeing, city tour, ngulik suatu kota. Bus ini secara khusus membawa wisatawan keliling kota, dipandu untuk menuju satu spot wisata ke spot wisata yang lain. Biasanya dilengkapi dengan pemandu wisata yang akan menjelaskan spot-spot wisata yang dilewati. Bus ini juga kadang berhenti di spot-spot wisata itu.

Bus yang digunakan adalah bus model double decker, dengan atap bagian atas yang bisa dibuka tutup. Di banyak negara, bus ini sudah lama digunakan. Kalau kita masih ingat dengan bus tingkat, nah bus ini hampir sama, kecuali atap bagian atas bus tingkat tidak bisa dibuka. Biasanya bus-bus ini jumlahnya terbatas. Sementara penampakannya sangat eye catching dengan warna candy, kadang masih ditambah gambar-gambar lucu. Berikut beberapa model Hop On Hop Off di dunia:

London                                   photo: www.londontoolkit.com


Singapore                          photo: www.singaporetours.net


New York                                  photo: www.nywhattodo.com

Kuala Lumpur                              photo: www.asiantrails.info

Nah, itu beberapa Hop On Hop Off di berbagai negara. Bagaimana di Indonesia? Oh...jangan khawatir. Kita punya kok. Dan satu-satunya Hop On Hop Off di Indonesia hingga tulisan ini dibuat adalah "Werkudara" yang ada di Solo.
Dulu, Solo adalah salah satu kota di Indonesia yang memiliki bus tingkat yang berfungsi sebagai bus kota yang dioperasikan oleh Damri. Namun kemudian menghilang. Lalu muncullah Bus "Werkudara" ini yang memang dikhususkan untuk wisatawan yang datang ke Kota Solo. Serius, bangga lho saya lahir dan besar di kota ini hehehe. Mau tau penampakannya? Ini diaaaaa....

SOLO                                                                     photo: www.surakarta.go.id

Solo memang tengah serius menggarap kotanya menjadi kota tujuan wisata. Banyak langkah-langkah pengembangan wisata yang membuat kota ini mendapat penghargaan, selain semakin membuat nyaman para pelancong yang mengunjungi kota ini. Hop On Hop Off Bus "Werkudara" salah satu yang menarik perhatian. Warnanya merah menyala, dengan bagian body-tertulis "Solo - The Spirit of Java", di bagian samping belakang body terdapat gambar tokoh pewayangan "Werkudara". Tokoh "Werkudara" sendiri melambangkan sosok yang berani, tegas, kukuh pendirian.

  • Di mana tiket bus dibeli? Anda bisa membeli tiket di Kantor Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika, Pemkot Solo. Lokasinya di Jl Menteri Supeno No 7, Manahan. Berada di belakang Stadion Manahan, agak ke timur, atau di samping Studio Solo Radio. 
  • Saran:Lebih baik booking dulu, karena biasanya weekend atau hari libur, banyak yang pengen naik, sementara bus cuma satu doang. Silakan menghubungi atau SMS di : Indri 085642005156 atau Sandi 085229790462. Kalau pas sepi, bisa saja langsung beli di Kantor Dinas Perhubungan, tetapi ya siap berisiko tidak dapat tiket.
  •  Harga tiket: Rp 20.000
  •  Waktu Operasional : Sabtu-Minggu dan hari libur. Ada tiga kali pemberangkatan yaitu jam 09.00 WIB, 12.00 WIB, dan 15.00 WIB. Durasi perjalanan sekitar 2 jam.
  • Rute dan Spot yang dilewati : Kantor Dinas Perhubungan - menyusuri Jl Adi Sucipto - Jl Ahmad Yani - Jl Slamet Riyadi - Solo Grand Mall - Rumah Dinas Walikota Solo "Loji Gandrung" - Stadion Sriwedari - Taman Sriwedari - Museum Radya Pustaka - Museum Batik Danarhadi - Ngarsopuro (Pasar Antik Triwindu & Pura Mangkunegaran) - Kampung Batik Kauman - Gladak (Patung Slamet Riyadi, Pusat Kuliner Galabo, Pusat Grosir Solo) - Jl Jenderal Soedirman (Balaikota Solo) - Jl Urip Sumohardjo (Pasar Gede) - Jl Kolonel Soetarto - Jl Ir Sutami (Taman Satwa Taru Jurug - memutar balik melewati Jl Ir Sutami - Jl Kolonel Soetarto - Jl Urip Soemahardjo - Jl Jenderal Soedirman - Jl Mayor Soenaryo - Jl Kapten Mulyadi (Kampung Arab) -  Jl Veteran (alun-alun kidul) - Jl Bayangkara - Jl Dr Radjiman (Kampung Batik Laweyan) - Jl KH Agus Salim - Jl Slamet Riyadi - Jl Ahmad Yani - Jl Adi Sucipto - lalu kembali masuk kandang di Kantor Dinas Perhubungan.
Saran saya, kalau bisa naik yang sore, biar bisa merasakan atapnya dibuka. Kalau siang panas. Nah, di sepanjang perjalanan, Anda akan menjadi tontontan hahaha. Ini saya rasakan termasuk saat naik Railbus. Jadi di sepanjang jalan tak jarang orang mengabadikan kita, sementara kita mengabadikan mereka pake kamera. Nah lho hehehe...

Bagian ternikmat adalah saat kita melewati Jl Slamet Riyadi. Ini adalah jalan protokol di Kota Solo. Kalau pas beruntung, kita bisa melihat kereta feeder lewat, nah di Solo ini masih ada rel kereta api yang membelah kota. Ini juga rel satu-satunya yang membelah kota (melalui jalan protokol) dan masih berfungsi. Rel ini pula yang digunakan untuk jalur Railbus (baca tulisan saya di bagian lain). Bus ini juga akan berhenti di titik nol Kota Solo, yaitu di Patung Slamet Riyadi. Sekitar 15 menit kita bisa turun dan berfoto-foto atau sekadar beli makanan dan minuman.

Tempat duduk bagian atas.
Oya, kalau mau dapat tempat duduk atas, datang lebih awal ya. Soalnya terbatas. Tetapi jangan khawatir kalau tidak kebagian, nanti di titik Taman Satwa Taru Jurug akan ditukar, yang di atas harus pindah ke bawah, dan sebaliknya. But still, rute keberangkatan menawarkan pemandangan lebih bagus, jadi tetap usahakan datang lebih awal untuk mendapatkan tempat di atas. 
Bus ini juga dilengkapi dengan pemandu. Saat kita melewati spot tertentu, dia akan sedikit memberikan gambaran tentang spot yang kita lewati. Cuma kayaknya infonya musti di-update. Misalnya pemandunya masih menyebut Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta sebagai Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI), hehehe. Selain itu, kayaknya pemandunya jangan begadang sebelum bertugas. Soalnya pas saya naik, terkesan malas-malasan, terus pas berhenti, di spot tertentu, beliaunya nyuri-nyuri tidur. Sampai teman saya membisikkan "Kasihan pemandunya mengantuk" hehehe.
Tetapi apapun itu, kehadiran Bus Werkudara tetap membanggakan saya. Semoga kota-kota lain di Indonesia (khususnya Jakarta) juga memiliki bus Hop On Hop Off seperti yang dimiliki kota saya tercinta ini. Akhir kata...ayo ke Solo :)

Regards,
  
A

8 comments:

Yudi Darmawan said...

yang punya Solo gak kalah keren,
jadi bangga..

Happy A. S. Wijaya said...

cocoklah om Ariy ini jadi duta pariwisata Solo. selalu berhasil membuat saya ngiler untuk pergi ke Solo! hoho

Ariy said...

Hahahaha...ayoooo ke Solo

arie masita said...

Wah jadi makin pengen ke solo

helgaindra said...

wuaaah gak sabar cabut ke solo
emang perlu dicoba hop on hop offnya solo ini.

saya tau bus semacam ini pas di KL aja. eh ternyata di solo juga ada
ckckck

Ariy said...

Harus coba Mas bro...murah meriah.

Verry Iskandar said...

September 1996, tanggalnya aku dah lupa, dianter mas Arik naik bis tumpuk ke arah Laweyan....

Endro Buncit said...

Wah...udah setahun gak maen ke Solo..bnyak yg hrs dicoba nih..thx