Thursday, December 27, 2012

Bahaya Backpack dan Tips Menggunakannya

Hey, Journer...
Ini bukan sekadar cerita hasil copy paste cerita orang atau menuturkan kembali cerita orang. Ini benar-benar pengalaman saya pribadi, yang mungkin akan berguna bila saya bagi di sini, khususnya para traveler atau orang-orang yang aktivitas sehari-harinya menggunakan backpack.

Saya mau flashback dulu. Sekitar lima tahun lalu saat saya masih aktif menjadi jurnalis, saya mengalami cedera di bagian betis kanan. Waktu itu selama dua bulan saya ditugaskan di Kabupaten Klaten, yang secara geografis wilayahnya lumayan menguras tenaga untuk dijelajahi. Satu jam saya di Kemalang di bawah lereng Gunung Merapi, berikutnya saya harus menggeber sepeda motor menuju ke Cawas, naik ke bukit yang berbatasan dengan Gunung Kidul. Dan seterusnya dan seterusnya. Saya akui, saya kurang olahraga. Jam 08.00 WIB saya sudah menggeber motor berburu informasi, hingga sore bahkan malam. Sampai di rumah kakak saya (di mana saya menumpang selama tugas di sana) saya sudah capek dan berakhir dengan tampan di tempat tidur....ngorokss....:)

Berikutnya, kaki saya mulai sakit. Saat mau tidur, nyerinya ampun-ampunan. Kalau lagi parah-parahnya, jalan saja susah, jongkok sakit, duduk tidak kalah nyerinya. Aktivitas saya terganggu sekali. Tidak kuat, saya pun memeriksakan diri ke RS Orthopedi Prof Dr R Soeharso di Solo. Ini adalah rumah sakit orthopedi rujukan nasional dan bagus. Waktu itu saya ditangani oleh Prof dr Adi...lupa nama kompletnya, konon sekarang sudah pensiun. Saya datang masih dengan perangkat perang jurnalis, lengkap dengan backpack.

Sedikit periksa dan diminta melakukan gerakan tertentu, dokter Adi sudah bisa melihat apa yang terjadi dengan saya. "Jadi kamu selalu membawa backpack kan?" Saya mengangguk saja. Saya ceritakan saya menggunakan backpack nyaris seumur hidup saya. Sejak sekolah - kuliah - bekerja. Dan saya membawanya seperti saya membawa hati saya...hahahaha. Pusat cedera saya sebenarnya di punggung yang kemudian menjalar di paha, betis hingga kaki. Salah satu penyebabnya adalah beban tas punggung yang cukup berat dalam waktu yang cukup lama. Setelah pemeriksaan itu, saya harus melakukan foto rontgen. Berikutnya, dua bulan penuh saya selalu mendapatkan penyinaran dan fisioterapi. 
Jauh setelah itu, cedera saya sembuh. Aktivitas saya semakin menjadi-jadi, sudah lupa peringatan dokter. Saya selalu membawa backpack, bahkan yang segede bagong seperti yang saya bawa di China. Dalam kondisi tak banyak waktu, ngejar bus, ngejar ini itu, saya kadang tak sadar berlarian dengan punggung menopang backpack. Situasi-situasi yang kadang tidak saya sadari menimbulkan akumulasi, yang menyebabkan cedera saya kembali kambuh. Desember 2012, saya kembali masuk rumah sakit. Kali ini karena saya bekerja di Semarang, saya periksa ke RS Karyadi dan diperiksa oleh Prof dr Amin. Pemeriksaan yang dilakukan sama seperti yang pernah dilakukan dokter di RSO Prof Dr R Soeharso. Intinya sama, cedera saya salah satunya karena beban berat seperti tas punggung. Saya pun diberi obat, dan hingga saya tulis ini...cedera saya belum sembuh sempurna.

Saya pribadi sih mengambil kesimpulan, sebenarnya kalau kita rajin berolah raga dan melakukan angkat beban (termasuk backpack ) secara benar, setidaknya akan meminimalisasi terjadinya cedera. Hal sepele saja, saya sering mengangkat beban dengan tidak jongkok dulu, tetapi cuma membungkuk dan asal sambar. Belum lagi, saya sering menyangklong backpack gede di satu bahu, padahal yang benar gunakan dua bahu sehingga beban tidak terpusat di satu sisi.

Sakit yang saya alami sering diabaikan orang. Kalau mencret aja, orang langsung cari obat. Tapi cedera semacam ini, orang sering diem-dieman, tau-tau sudah parah. Apalagi bagi traveler, kadang kalau asyik traveling, lupa sakitnya. 

Khusus tentang membawa backpack segede bagong bagi para traveler, ini nih ada tips sederhana dari salah satu travelmates saya Ajie Hatadji, mengantisipasi cedera:

1. Hadapkan muka tas ke kaki.










2. Pegang badan backpack di dekat sambungan backpack.

3. Angkat sekaligus isi backpack.












4. Tahan backpack di punggung sebentar sambil pegang pangkal tali pundak.







 5. Tahan beban pakai tangan, backpack posisikan mantap di punggung.










 6. Viola! Backpack mantap siap di punggung, siap berpetualang.










Kalau saya pribadi, bila merasa berat, biasanya pada posisi nomor 3, jongkok dulu. Cara lain, biasanya backpack saya letakkan di atas kursi yang cukup tinggi, dan tinggal siap angkut. Tulisan ini hanya tips sederhana dan sharing pengalaman saja. Terkait dengan kesehatan, bagaimana memilih backpack yang memenuhi syarat-syarat kesehatan, ada baiknya dikonsultasikan kepada ahlinya. 

Oya, saat cedera otot, nyeri (yang gak ketulungan sakitnya) sepertinya orang melihat kita baik-baik saja. Tetapi dari hasil ngobrol-ngobrol dengan dokter, ternyata ngeri juga kemungkinan-kemungkinan terburuknya. Apa itu? salah satunya kelumpuhan. Coba Anda googling saja situs-situs kesehatan. Apapun itu, sehat itu mahal harganya. Gara-gara nyeri kaki saya belum sembuh, saya batalkan backpacking ke Bali bareng temen. Lebih dari itu, sekarang ini kalau jalan jauh sedikit saja, kaki saya nyeri bukan kepalang. Kalau Anda suka traveling, Anda mau seperti itu?

Semoga yang sedikit ini bermanfaat,

Regards,

A
PS: Thanks to Ajie Hatadji atas foto dan kesediaannya jadi model. Sepertinya kamu punya peluang berkarir jadi model...huehehe.

6 comments:

alan said...

ohhh baru tau.. nice info mas ariy :)

Going Nowhere said...

thanks infonya

kei said...

terima kasih sudah diingatkan, mas ariy! :)

agustinriosteris said...

betul sekali ma Ariy..

trik ini juga diajarkan saat diksar mapala yang biasa bawa carrier segede gaban

jejakbocahilang said...

Wah..info penting banget. Harus diterakan gerakan yang diperagakan model diatas :)

Anonymous said...

Wah yang di gambar nomer 3 yakin tuh? Emangnya gak ketarik pinggang bagian bawahnya waktu ngangkat beban berat?

Saya pernah dikasihtau katanya kalau mau ngangkat yang berat harus tahan perut. Biar otot punggungnya gak ketarik. Katanya juga latihan2 kaya pilates bisa ngilangin sakit pinggang. yg begini nih latihannya http://pilates.about.com/od/pilateswarmupandprep/tp/pilates-warm-up-set.htm