Tuesday, December 31, 2013

Doa Awal Tahun

Dear Journer, 

Sebelumnya selamat tahun baru 2014. Semoga hal-hal terbaik akan kita dapatkan di tahun baru ini. Semoga semua bahagia juga ya. Ini posting nggak penting sih. Saya hanya tidak ingin melewatkan tanggal pertama, hari pertama di tahun 2014 tanpa artikel sama sekali hihihi.

Tahun 2014 akan banyak hal baru yang harus saya jalani. Sepertinya banyak yang tidak heran dengan kondisi saya. Banyak yang bahkan bilang "capek" melihat selalu ada hal baru yang saya kerjakan atau jalani, dan kenapa tidak mulai menata hidup seperti orang lainnya? 

Tahun 2013, saya juga menjalani banyak perubahan dari tahun sebelumnya. Saya harus pindah Semarang, stay di kota ini tanpa batas waktu yang saya tahu. Bagi saya, setidaknya sampai saya bosan. Saya kerja di kota ini, dengan "ikatan" yang tidak sewajarnya. Saat dimintai mulai kerja ya kerja saja, dan saya bisa cabut kapan saja, tidak ada hitam di atas putih. Bagi orang lain, justru hal ini bakal diributkan. Kok nggak ada kejelasan? kok nggak ada kepastian? Bagi saya, justru model seperti ini yang saya inginkan. Saya bekerja, mendapatkan uang yang cukup, tetapi saya masih bisa melakukan apapun yang saya mau. Saya bisa berhenti bekerja kapanpun saya mau. Saya bosan, saya berhenti. Dan memang, November kemarin saya pun berhenti.

Menjadi freelancer bukan pekerjaan mudah. Saya tidak akan berbohong kepada Anda. Saya tidak akan memberi Anda angin surga, supaya Anda keluar dari pekerjaan dan hidup sesuka Anda seperti yang saya lakukan. Banyak konsekuensi yang harus dijalani. Bayarannya kadang setimpal, kadang tidak. Setimpal dengan kebebasan yang saya miliki, tetapi kadang kejam juga sih bagaimana hidup memperlakukan orang-orang seperti freelancer. Kalau nggak ada kerjaan, haduuuh...stress liat angka-angka di buku rekening.

Di sisi lain, saya masih bisa melakukan pekerjaan-pekerjaan lain karena saya memiliki waktu luang lebih banyak daripada menjadi pekerja tetap. Saya punya waktu untuk hobi saya, kesenangan saya, dan bangun tidur kapanpun saya mau. Hidup saya tidak ribet, bahkan terlalu malas bagi banyak orang. Tahun 2013, bulan Februari akhirnya travelogue saya terbit juga: Nomadic Heart. Membuat buku ini bukan hal mudah, karena saya benar-benar menulis sendiri, tidak siang tidak malam. Tetapi saya benar-benar menikmati prosesnya, jadi seperti tidak bekerja tapi lebih sedang menjalani hobi (hobi kok nulis hehee). Saya puas apapun hasilnya. Pertengahan tahun, saya juga mulai mengerjakan buku kedua The Ho[S]tel yang saya kerjakan dengan teman saya, yang akhirnya terbit bulan September.

Di situasi-situasi seperti itulah saya merasakan bagaimana menikmati sebuah perubahan, hal baru, itu menjadi seperti candu. Saya merasakan kekuasaan sepenuhnya atas diri saya. Saya bebas menentukan apa yang saya mau. Dalam bekerja, saya tidak terikat jam kerja. Bahkan pernah dalam satu bulan, saya hanya kerja tiga hari. Bos saya tidak memecat saya (bahkan menolak permintaan saya untuk berhenti bekerja), karena memang orientasi kerjaan saya adalah pada hasil, bukan pada bagaimana saya memproses tugas itu menjadi hasil yang mereka inginkan. Ini memang bukan hal yang mudah, karena diperlukan skill, saat kita punya skill dan dibutuhkan orang, maka pekerjaan sebagai freelancer tentu cocok. Beruntunglah saya memiliki skill yang bisa saya jual. Saya juga menikmati sekali proses bagaimana saya menulis buku, kemudian deg-degan saat terbitnya. Saya juga memiliki banyak waktu luang untuk mengikuti kompetisi ini itu, mengirim naskah ke sana ke mari, meskipun semua itu belum tentu menghasilkan kata "menang" atau "diterima". Saya sangat menikmati situasi di mana saya memiliki harapan, meskipun belum tentu terwujud.

Dan hidup saya menjadi lebih hidup. Jauh lebih hidup dibandingkan saat saya bekerja sebagai mas-mas kantoran yang pernah saya jalani 13 tahun lebih. 

Hidup adalah pilihan. Demikian juga saat saya memutuskan meninggalkan Semarang pada akhir November lalu. Ada tawaran pekerjaan lain, dua sekaligus, yang setidaknya bisa memperpanjang napas saya, atau sekadar bisa membiayai trip saya. Mulai 2014, saya sudah siap untuk menjalani hal-hal baru, dan saya tak sabar untuk mengerjakannya. Selain itu, saya juga mengikuti beberapa kompetisi, berharap menang tentu saja, dan melakukan "hal baru" lainnya. Oya, ada "hal baru" lain juga, penerbit sudah menagih naskah untuk buku baru, sementara The Ho[S]tel 2 juga akan terbit di awal 2014. Terlalu banyak "hal baru", saya bersyukur.

Saya belum pernah menjelaskan semua ini kepada orang-orang yang pernah bilang "capek" atas hidup yang saya jalani. Yah, semoga saja mereka nggak buta internet, tiba-tiba googling, dan nemu tulisan ini huahahaha. Tetapi sebenarnya, saya mulai tidak peduli sih. Saya merayakan hidup saya dengan cara saya sendiri, dan saya berharap semua baik-baik saja.

Berharap Anda juga sedang merayakan hidup Anda, apapun pilihan hidup Anda, pilihan pekerjaan Anda, pun dengan siapa Anda menjalani hidup :). Tahun 2014 ini semoga kita semua berbahagia. Amin.

regards,

Ariy

1 comment:

DIAN Rustya said...

Iya, memiliki pilihan hidup yg berbeda dengan kebanyakan orang musti siap lahir & batin. Tapi paling tidak, itu bagus juga untuk menguatkan hati.

Selamat tahun baru mas Ariy ...
Dan selamat bertualang di 2014. Pastinya hidup akan lebih menyenangkan :)