Wednesday, December 25, 2013

Thanaka, Si Bedak Tersohor dari Myanmar

Dear Journer,

Kemana kita kali ini ? Dan foto apakah ini ? hihiihihi. Kali ini saya akan ajak Anda menuju ke Myanmar. Dan iya, itu adalah foto saya. Memalukan memang (hohoho...saya jarang banget ambil foto diri). Terpaksa kali ini saya pajang foto diri saya, karena memang foto ini harus ada untuk memperkuat cerita saya.
Saya akan ajak Anda untuk mencoba bedak. Bedak bukan sembarang bedak, tetapi bedak yang tersohor di penjuru Myanmar. Namanya Thanaka. Pernah dengar? Kalau belum, mari kita mulai cerita saya.

Kalau Anda jalan-jalan ke Myanmar, Anda mungkin akan heran banyak cewek - nggak tua nggak anak kecil - wajahnya cemong kayak pake bedak tetapi tidak rata. Membentuk bulatan di pipi kanan dan kiri. Saya pas ke Myanmar selatan, sempet heran juga, itu apa ya? Bahkan juga ada satu dua laki-laki juga menggunakannya.

Lalu saya bertanya ke salah satu penduduk (tentu dengan bahasa Tarzan), mereka hanya menyebutkan itu sebagai Thanaka. Demi memenuhi rasa penasaran, maka saya googling. Jadi ternyata bedak Thanaka terbuat dari kulit kayu/akar pohon Thanaka. Bedak ini tersohor karena sejarahnya juga cukup panjang. Dalam  karya sastra di Myanmar, bedak Thanaka sudah disebut sejak abad XV lho. Dari kulit kayu atau akar pohon Thanaka itu, kemudian digiling menjadi krim. Terus apa khasiatnya ? Waktu saya mencoba, khasiatnya ya cuma memberikan efek dingin di wajah (Myanmar kalau musim panas sangat kering). Tetapi khasiat lainnya sih konon sebagai kosmetik mempercantik diri. 

Tapi soal mempercantik diri itu, saya sendiri sangsi. Entahlah. Sampai sekarang pun saya juga masih bingung, kenapa mereka menggunakannya di pipi dalam aktivitas sehari-hari dan tidak digunakan rata di seluruh wajah? Apakah kalau ngantor mereka juga ada yang menggunakannya? Jadi kalau di jalan kita bakal nemu cewek-cewek yang pipi kanan kirinya cemong, rata-rata berbentuk bulatan, kadang ada yang kotak. Kalau pun iya itu mempercantik diri, kenapa tidak digunakan malam hari saja saat mau tidur? jadi besok pas beraktivitas tidak pating cemong hehehe. Saya bawel ya? iya maap.

Tetapi apapun, seru juga mencoba sesuatu yang baru, yang menjadi bagian tradisi sebuah masyarakat. Jadi kalau mau jalan-jalan ke Myanmar, jangan lupa nyoba yak. Oya, saking terkenalnya Thanaka, sekarang sudah mulai dikomersialkan lho. Dibuat dalam bentuk kosmetik dengan kemasan bagus. Tentu harganya juga mahal. Tapi tunggu aja...kalau sudah komersil begini, lama-lama akan muncul versi palsunya. Atau sudah? Wallahualam.

Cheers,

Ariy

1 comment:

Aan Ismiyana said...

kurang lebih seperti di Banjarmasin ya mas. namanya bedak dingin but i'm not really sure bahannya terbuat dari apa, tapi begitu digunakan ya rasanya smriwing gitu mas hehehe...