Thursday, June 19, 2014

Turut Berduka Cita

Dear Journer,

Dulu saya pikir, mustahil bagi saya bisa naik pesawat. Membayangkannya saja tidak. Dengan kondisi perekonomian keluarga saya yang sangat kacrut, jangan ngayal bisa naik pesawat deh. Itu pikiran saya dulu. Dalam benak saya, yang naik pesawat itu tidak bisa hanya sekadar orang yang berada, tetapi harus kaya banget. Ya karena waktu itu saya selalu dicekoki dengan cerita bahwa tiket pesawat itu mahal biyaaaangeeet (dan memang sebenarnya seperti itu). Setelah 3 tahun lulus kuliah - sebenarnya saya kerja sejak semester 3 - baru deh kesampaian naik pesawat. Itu pun gratisan.

Maskapai penerbangan yang ada waktu itu antra lain adalah Garuda Indonesia (tentu saja), Merpati Nusantara Airlines, Bouraq Indonesia Airlines, Sempati Air, Batavia Air, Adam Air, Lion Air, dan lain sebagainya. Saya suka banget TVC-nya Garuda dan Sempati. Sampai kalau nonton TV kadang cuma nunggu iklannya.

Beruntung "keperjakaan" saya direnggut oleh Garuda Indonesia. Rute Solo-Jakarta pp karena tugas kantor. Waktu itu saya terbang dengan perasaaan senewen karena itu pertama kalinya saya terbang. So far, saya merasa inilah pesawat terbaik yang pernah saya naiki. Ini seperti Anda menjaga keperjakaan atau keperawanan untuk orang yang tepat. Dan saya beruntung, saya mendapatkan pengalaman pertama dengan Garuda Indonesia hahahaha. Sayangnya saya tidak sempat menikmati Sempati Air, Bouraq, dan Adam Air karena keburu bangkrut.

                                                              foto: en.wikipedia.org




                                                foto: flyawaysimulation.com

  

Setelah saya bekerja dan memiliki uang sendiri, satu persatu saya bisa mencoba naik pesawat dengan biaya sendiri. Sayangnya, satu persatu pula maskapai penerbangan bertumbangan, tidak mampu bertahan. Apalagi saat krisis moneter tahun 1998 menerpa. Setelah naik Garuda Indonesia untuk pertama kalinya, kesempatan kedua saya adalah naik Wings Air. Sepertinya masih beroperasi sampai sekarang. Tetapi pengalaman naik Wings Air rute Denpasar - Yogyakarta waktu itu saya anggap sebagai pengalaman tidak oke. Pesawatnya "ribut", tempat duduknya juga "ribut", tidak lega. Paling kaget adalah pramugarinya pakai t-shirt putih dan celana jeans pendek. T-shirtnya bagian ujung ditali simpul, mungkin biar kelihatan keren, meskipun menurut saya biasa aja. Penumpang diberi air mineral gelasan, dan mereka mengedarkan keranjang kecil berisi permen yang membuat saya teringat suasana melayat di rumah kerabat yang biasanya juga dibagi permen. Sampai di atas Bandara Adisucipto Yogyakarta, pesawat berputar-putar agak lama. Mungkin menunggu antrean untuk landing, tetapi tetap bikin saya senewen. Itu pertama dan terakhir kalinya saya naik pesawat Wings Air.

Next, saya beberapa kali naik Batavia Air, Lion Air, dan Mandala Airlines. Ketiganya ini kalau dirangking berdasarkan selera saya adalah: Mandala - Batavia - baru Lion Air. Tapi terakhir kali saya naik Lion bulan lalu, ternyata pesawatnya udah bagus, baru kayaknya. Tentang Mandala Airlines kenapa saya suka, karena menurut perasaan saya kok lebih lega ya jarak antara kursinya. Jok kursinya juga enak, pesawatnya bersih, take off maupun landing-nya selalu oke dan smooth. Ini pengalaman saya lho ya, mungkin Anda punya pengalama beda. Batavia ? Menurut saya standar, kabin kayak Lion yang lama sih. Cuma kenapa saya nggak suka Batavia atau Lion? karena saya beberapa kali punya pengalaman landing mereka terlalu keras. Saya rewel ya? Iya ;).

Saya bersyukur sekali saat Mandala Airlines jual tiket promo untuk menyaingi AirAsia. Saya sempat menikmati Mandala Airlines tiket Rp 90.000 Jakarta - Singapura. Dan dalam hal kenyamanan, maaf ya...saya lebih menikmati Mandala Airlines daripada AirAsia (meskipun saya kenyataannya harus sering naik AA karena tiket sering lebih murah). Saat Batavia hilang, praktis pilihan saya tak banyak karena persoalan budget yang terbatas. Pernah pakai Sriwijaya Air, Lion juga sering, AirAsia lebih sering. Mandala Airlines adalah oase di tengah gurun pasir. Tetapi oase ini pun akhirnya tak bertahan lama dan melebur dengan Tiger Airways menjadi TigerMandala. Sebenarnya ini menggembirakan, karena saya dua kali naik Tiger Airways selalu merasa puas. Pesawatnya bagus, pramugarinya ramah, dapat minum dan kacang hehehe. Dan saya ternyata juga harus menerima kenyataan tidak sempat menikmati TigerAirways yang melebur dengan Mandala Airlines, karena per tanggal 1 Juli nanti mereka akan berhenti beroperasi. Duh, semakin sedikit kan opsi penerbangan murah....turut berduka cita deh. Kalimat "turut berduka cita" ini sebenarnya ditujukan ke diri sendiri sih sebagai traveler on budget. Kita nyaris nggak ada pilihan lagi untuk mendapatkan tiket pesawat murah. Sedih.

Sekarang harapan saya ada di AirAsia kalau ingin terbang dengan harga murah. Pernah sih dapat promo bagus dari Citilink, tetapi kemudian saya hanguskan karena ada kerjaan mendadak. Harapan saya sih, akan hadir maskapai penerbangan baru yang menggarap pasar traveler kere macam saya. Lebih berharap lagi, kalau mereka hadir dengan pelayanan yang menghargai kita sebagai traveler kere yang sudah bayar tiket dan berhak pelayanan prima hahahaha....maruk! Eh tapi bener lho, saya pernah kok dapat tiket murah dari maskapai Sichuan Airlines rute Kunming - Chengdu. Pesawatnya bagus, lega, kursinya empuk, terus snack-nya enak dikemas dalam dus kecil yang cantik (ini yang saya sebut menghargai), dan gongnya adalah pramugari-pramugarinya pakai cheong sam alias baju khas China tapi ujungnya yang biasanya panjang semata kaki, diubah jadi di atas lutut. Cuantiiik.

                                                                                                foto: sgcgo.com

Lebih dari itu, soal kenyamanan memang penting. Tetapi lebih penting lagi adalah soal keselamatan. Jadi mari kita berdoa bersama, semoga ada penerbangan yang aman - nyaman - murah bagi traveler kere macam saya. Saya berharap, tidak ada lagi orang nyeletuk "Murah kok minta selamat!" 

salam,

Ariy
 

4 comments:

Cipu Suaib Wittoeng said...

Gua dong Ri,

Pernah di upgrade dari kelas Ekonomi ke kelas Bisnis maskapai JAL hahahaha. It was my first time abroad. Waktu masih lugu... Sekarang udah ga pernah ditawarin ke kelas eksekutif lagi....

Ariy said...

waaaaaa...beruntung sekaliii :))
Btw, kok ngilang dari twitter?

qq said...

Keperjakaan saya terenggut oleh Lion.. ;-D

Ariy said...

haahhahaha....