Tuesday, July 12, 2011

Kamar gratis di Singapura: Mark's Apartment

Suatu hari saya gembira, saat mendapatkan pesan ini:


Yes, sure, you can surf my couch from August 14 to 16. Do you have confirmed flight schedules yet, and will you coming directly from and going back to your town directly or will you be having other stops? More info will make it easier for me to suggest things for you to do while in town.

As for the movies you mentioned, I have seen Schindler's List just once, in a moviehouse, back in1994. It's powerful albeit rather depressing. Btw, about the couch, it's in the movie room, andhopefully you don't  need heated showers--I never bothered to install the heater in my apartment.


Cheers,


Mark

Tentu saya gembira, karena dari sekian banyak permintaan izin tinggal yang saya kirim di organisasi traveler dunia, yaitu Couchsurfing (baca di bagian artikel hunting penginapan murah & gratis), hanya Mark yang merespons positif.

Lalu kenapa dengan film yang saya sebutkan itu?  Hahaha... Mark memberikan aturan lucu sejak dia adalah penggemar berat film. Film memang membuat saya menjatuhkan pilihan untuk mengajukan izin tinggal di apartemennya. Dia memberikan aturan, orang yang ingin menginap di apartemennya harus memberikan alasan kenapa dia harus menerima orang itu, dan menyebutkan tiga judul film kesukaan calon tamunya hahaha. 

Nama lengkapnya adalah Mark Yu. Dia adalah orang Filipina yang bekerja di Singapura. Tinggal di salah satu apartemen di lantai 18, kawasan Holland Road. Saya mengenalnya di Couchsurfing, dan saya melihat banyak kesamaan, yang paling jelas adalah kami sama-sama pecinta film, selain sama-sama tidak suka clubbing meskipun termasuk manusia malam.

Ini adalah perjalanan pertama saya ke luar negeri dan ke Singapura, yaitu tahun 2009. Mark sangat membantu sekali. Meskipun tidak bisa menjemput saya di Changi Airport, namun dia selalu membimbing saya melalui hp, tentang apa-apa yang harus saya lakukan. Dia masih kerja saat saya tiba di Singapura. Dia meminta saya menuju kantornya, untuk menitipkan barang-barang. Namun, karena saya tidak membawa banyak barang, saya menolaknya, dan memilih bertemu setelah dia pulang dari kantor, supaya tidak merepotkan dia.

Selepas pukul 18.00, saya bertemu Mark. He's a great guy, yang menyambut saya dengan keramahtamahan Filipinanya. Dia sangat santun, meski di rumahnya sendiri. Dan....saya mendapatkan kamar mewah di private movie's room-nya. Hollaaa :)

Kamar ini menurut saya mewah. Ada couch yang bisa ditarik jadi bed, dengan kasurnya yang empuk. Di sebelah kanan terdapat satu rak full dvd original aneka jenis film. Layar lebar berada di depan, sementara sekeliling saya banyak tertempel poster film.....ougggh, it's heaven !! Oya, AC-nya dingin sumpah :)

Di hari pertama, Mark langsung mengajak saya nonton film. Meski agak capek, saya menghormati tuan rumah dan ikut nonton.

Saya tinggal di apartemen Mark selama dua malam for free. Saya sangat menikmati kebersamaan kami, karena Mark tipikal orang pintar, analitis, dan pendengar yang baik. Kami berbincang soal budaya Filipina, film, hingga kenapa banyak koruptor melarikan uang ke Singapura.

Lebih dari itu, tinggal di apartemen Mark membuat saya mengerti sekali bagaimana warga Singapura non-kaya tinggal. Beberapa kali saya mendengar suara berdebam di apartemennya, dan Mark bilang, itu adalah kantong sampah yang dilempar penghuni apartemen yang tinggal di atas, dan meluncur ke bawah melalui lorong khusus yang melewati setiap lantai hahaha...
Saya juga menyadari benar, ternyata ruang tinggal di Singapura sangat terbatas. Apartemen Mark terdiri dari dua kamar, satu adalah kamar Mark, satu movie's room, satu ruang tamu kecil, satu dapur (sekaligus ruang cuci, ruang makan, dan kadang digunakan untuk Mark bekerja), serta satu kamar mandi sempit dan toilet sempit. Pintu apartemen tertutup rapat dengan teralis besi melingkupi seluruh daun pintu. Hanya ada lorong sempit, sejengkal saja, di depan pintu itu. Jadi jangan berharap duduk layaknya di balkon, menikmati pemandangan saking sempitnya. 

Pengalaman tinggal di apartemen Mark adalah pengalaman berharga. Saya tidak kenal dia sebelumnya. Kami hanya mengenal melalui Couchsurfing, dia percaya saya, saya percaya dia. What a simply beautiful life. Malam terakhir, kami berfoto-foto di apartemennya bersama beberapa teman. It was fun. 



Pelajarannya adalah: bertemanlah, positive thinking, dan hidup akan mudah dan indah !


Selamat berpetualang....


3 comments:

Adie Riyanto said...

wah suka film juga ya mas.
gara-gara nonton film juga akhirnya nulis pengalaman ini

http://kisahhantulaut.blogspot.com/2011/07/janji-bertemu-joni.html


salam ;=)

Ariyanto said...

Ho'oh....banget nget.

Saya cek ya cerita kamu. Di-link sekalian deh :)

agustinriosteris said...

hahhahha sehebat-hebatnya citra negara..tetap ja ga bisa sempurna seperti dalam program marketingnya