Thursday, January 5, 2012

Backpacking Bareng Pacar, Suka Ria atau Bencana?

Sumber foto: superstock.com
Saat jadi pengisi kuliah di FISIP, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, saya mendapatkan pertanyaan unik dari seorang mahasiswi "Backpacking boleh bawa pacar nggak?" 

Bagi saya, pertanyaan ini bukan pertanyaan sepele dan tidak penting. Justru ini adalah pertanyaan bagus yang banyak dialami orang. Backpacking di sini sebelumnya saya bedakan dengan traveling biasa, piknik, tamasya. Backpacking di sini mungkin membutuhkan waktu lebih lama, dengan banyak aspek yang akan menuju ke hasil apakah backpacking itu akan menyenangkan atau tidak. Aspek-aspek itu bisa berupa bagaimana tetap survive, bagaimana menghadapi critical situations di mana akan memunculkan pertengkaran, dan lain sebagainya yang akan berpengaruh terhadap hubungan itu sendiri.

Saya akan coba berbagi beberapa kemungkinan yang akan Anda hadapi, untuk kemudian bisa Anda simpulkan sendiri apakah Anda perlu backpacking bersama pacar atau tidak. Karena hasil akhir nanti akan sangat-sangat subyektif. Hal-hal yang akan saya bagi adalah pengalaman saya backpacking berdua dengan cewek di luar negeri.


Hal utama yang kemungkinan akan dihadapi dalam backpacking, baik bagi cowok atau cewek adalah ini:

1. Lapar
2. Capek
3. Tersesat
4. Sakit
5. Uang menipis

Kelima hal itu bisa saja terjadi satu persatu, atau bahkan terjadi berbarengan, yang pada akhirnya menuju ke arah yang sama "Amarah" dan "Stress". Sampai di sini masih berpikir akan mengajak pacar backpacking dan optimistis hubungan kalian akan baik-baik saja? Oh masih...baiklah...heheheheh.

Bagi cowok, beberapa hal yang mungkin akan terjadi pada cewek Anda:
1. Mood naik turun, marah-marah gak jelas karena sedang PMS.
2. Memposisikan Anda sebagai "ksatria" dengan memberikan Anda beban yang lebih berat untuk membawa backpack.
3. Suka sekali berfoto, welll...siapa yang tidak? Tapiii...cewek kadarnya lebih, dan siap-siap saja menjadi fotografer setiap lima jengkal langkah.
4. Cewek terbiasa bilang "terserah kamu" saat Anda memberikan ide untuk memutuskan suatu masalah. "Terserah kamu" bagi cewek artinya "Apapun asal menyenangkan, kalau tidak kubunuh kamu !"
5. Cewek akan ribet dengan tempat tidur, penginapan, toilet, hal-hal remeh temeh, tidak mau jalan kaki. Cewek pada dasarnya suka traveling cantik. Kalau perlu, keluar airport dijemput taksi, masuk hotel, bangun dipijitin, keluar naik taksi, masuk mall, makan di fancy restaurant, bla..bla..bla. Kalau pun ada yang bisa diajak bantingan, jumlahnya tidak akan banyak.
 
Bagi cewek, beberapa hal yang mungkin akan terjadi pada cowok Anda:
1.  Pastinya sebagian besar cowok akan lebih atletis daripada ceweknya. Anda harus siap berjalan kaki atau berpayah-payah. Anda siap?
2. Cowok akan selalu lapar di malam hari. Sementara Anda menghindari makan di malam hari.
3. Cowok makan banyak. Akan berpengaruh di budget.
3. Cowok tidak suka belanja. Menemani belanja (apalagi di mall, but really..backpacking masih ke mall juga?) adalah neraka dunia. Kalaupun mereka senyum-senyum di awal saat diajak belanja, tunggu dan liat saja wajah mereka 45 menit kemudian.
4. Kebanyakan cowok tidak terlalu ribet soal keuangan. Apalagi kalau di depan ceweknya. Dalam konteks traveling, berbahaya bila berlarut-larut, bisa-bisa Anda kehabisan duit di jalan.
5. Cowok tidur di mana saja, tidak ribet soal makan, dan tidak ambil pusing saat kehujanan. Anda?
6. Cowok bangun siang. Eh salah...sangat siang :)

Sampai di sini, masih juga masih niat backpacking bareng pacar? Baiklah, mungkin kalian berdua adalah ditakdirkan untuk bersama. Tapi teori tetaplah teori, karena praktiknya nanti bisa saja Anda bisa murka...duuuuh...rasanya pengen mencekik pacar sendiri...heheheh...Nah, kalau tidak ingin terjadi, cobalah tips ini:
1. Atur keuangan sebaik-baiknya. Iya ini pacar Anda, but still he or she...is not your husband/wife. Anda bisa pisah kapan saja untuk masalah apa saja. Maksud saya, keuangan adalah salah satu point penting. Kalau Anda ingin sharing, bicarakan sejak awal masing-masing harus setor berapa, apa-apa saja yang akan ditanggung bersama dan apa-apa saja yang masuk keperluan pribadi. Masing-masing Anda juga harus membawa uang backup sendiri, jangan belanja minta pacar. Ini penting lho, bahkan perkawinan aja ada perjanjian soal ini kan untuk mengantisipasi masalah ?

2. Bayangkan seperti ini: Anda di rumah biasanya ketemu setiap hari (tapi tidak 24 jam), atau paling parah adalah seminggu sekali pas ngapel malam minggu. Nah, sekarang Anda harus bersama pacar Anda 24 jam sekian hari beribu mil jauhnya dari rumah. Sakit, senang, makan, pipis, dan lain sebagainya Anda akan alami bersama. Siap? Saran saya, satu atau dua jam (kalau nggak bisa pisah lama-lama) Anda bisa pisah di jalan. Misalnya, si cewek suka ke museum, sementara si cowok nggak suka, coba deh si cewek ditinggal beberapa jam di museum. Atau sebaliknya, pas malam si cewek stay di kamar sementara si cowok yang kelaparan diizinkan untuk cari makan di luar sendirian. Jangan berpikir aneh-aneh, gimana kalau cowok saya nanti melakukan hal-hal gak jelas, atau sebaliknya bagaimana kalau cewek saya nanti diculik orang. Waktu terbaik adalah saat Anda berpisah...kemudian kembali lagi bertemu dengan pacar Anda...legaaa....perlu sedikit tarik ulur rasa kangen :)

3. Be cool, calm down. Satu atau dua kali, atau bahkan sering...Anda akan bertengkar untuk hal yang sepele sampai yang besar. Yang penting, harus ada yang jadi air saat yang satunya jadi api. Saat cewek Anda marah besar dan meracau tidak jelas, biarkan, diamkan, sampai mereda. Si cewek juga jangan bersikap princess. Cowok Anda bukanlah ksatria yang akan membereskan persoalan Anda berdua, sementara Anda tengah bersolek. Toleransi, bersikap santai menghadapi persoalan, saling meredam ego yang berlebih. Percayalah, backpacking adalah salah satu cara ampuh untuk mengetahui karakter pacar Anda sebenarnya, sebelum terlambat Anda memperistri atau menjadikan dia suami. Hahahaha.

4. Beri kejutan. Siapkan kejutan-kejutan kecil dan manis dalam backpacking Anda. Anda bisa melakukannya di spot yang cantik dan romantis. Bagaimana caranya? Anda bisa riset dulu tempat yang memungkinkan untuk melakukan. Atau ketika Anda traveling di awal-awal, Anda bisa menghapalkan beberapa titik yang mungkin Anda jadikan lokasi kejutan. Bisa di pantai, sudut kota dengan view keren, rumah makan, restauran, atau di mana pun. Kalau memungkinkan, beli hadiah kecil (gak harus mahal) di satu toko tanpa pasangan Anda tahu (tentu dari budget pribadi, jangan mencampur budget bersama).

5. Making Friends. Ini salah satu cara untuk menyegarkan suasana. Mendapatkan teman-teman baru dalam perjalanan pasti akan mengasyikkan. Tapi kalau pacar Anda tipe yang cemburuan, hindari berkenalan dengan orang-orang yang sekiranya memunculkan rasa cemburu. Lebih bagus kalau bertemu pasangan juga.

Nah, bagaimana? Masih ingin backpacking bareng pacar? Silakan diputuskan.

regards,

A

18 comments:

SpiderPig said...

ha-ha-ha spot on Mas...

tp untunge masih ada cewek yang backpacker sejati,,,

aku punya tmn yg kemana-mana berani sendirian, naik kereta ekonomi, bahkan sampe ga dapet tempat duduk pun oke! mantap! ^^

Ariy said...

hahahaha..kenalin temennya dong :)

Liburan Murah said...

Hehehe, memang sebagian besar cewek kayak gitu..
Untungnya mantan pacar (baca: istri) saya nggak gitu, dan tetep mau diajak backpacking liburan murah sampe sekarang bareng keluarga. :)

AieSha said...

hahaha.. saya suka entri ini... namun walau apa pun juga keadaannya, melalui backpacking, kita boleh mengenal dengan lebih rapat hati budi pasangan (pacar)kita...

Jadi kalau mau menguji adakah hubungan kamu dan pacar kamu itu sememangnya cocok, cubalah backpacking bersama..

;)

Ariy said...

Betul Aie Sha. Kalau kita bisa melaluinya, berarti lolos ujian :)

Fahmi said...

belum pernah backpacking sama cewe :D, kayaknya ribet juga tuh backpacking sama cewe, mungkin kalo sama istri beda kali yak, hehe sayang blom punya :p

chopie said...

ih keren tulisannya =D

pernah berdua dari surabaya ke semarang bareng temen cowok, agak susah memang, di jalan saya ngalamin masuk angin, ga mungkin dong saya senderan sama dia. coba kalo cewek langsung minta dipijetin. hehehe

Bonsay Kontet said...

ahahhahhh iya bener bgt tulisannya! Tapi temen2 cowok saya justru pada ribet nge-gel rambut sebelum siap jalan dan tebar pesona *ngelus dada

my travelogue said...

Coba dibalik, cowonya yg ngga pengalaman backpacking pasti cowo yg ribut foto2 mulu, pelit, ngga kuat jalan, ngga kuat laper, hotel pilih2, sementara cewenya udh ngerjain mulai dr planning, , bendahara, nawar2 harga, sampe jd tur leader, si cowo mau enaknya aja tinggal bayar kl ngga puas tinggal komplain (hihi.. jd curcol)

Husni Amri said...

info yg bermanfaat. Terutama bagian ini:
"Terserah kamu" bagi cewek artinya "Apapun asal menyenangkan, kalau tidak kubunuh kamu !"
betul2 membuka wawasan saya :D

trims :)

ardin said...

backpacking bareng pacar bisa bikin putuuuusss.... (curcol)

Anonymous said...

Hehehe, mau sih backpacking berdua bareng pacar. Minta ijinnya susah sih...

Rani said...

hahahaha.... kalo sy lbh suka traveling bareng cowo mas.....krn lebih betah jalan dan menjelajah... boleh sih traveling bareng cewe tp temanya ga backpackeran...soalnya kalo backpackeran biasanya saya jadi 'EO'nya.. fiuhhh!!!

Anonymous said...

saya pernah backpacking bareng pacar, dan yang terjadi adalah sebaliknya, dia lebih ribet dan manja daripada saya! hahaha. terus ngerasa kalo mau keliatan aslinya seseorang, ajak dia backpacking bareng!
P.S: saya cewek :D

ani (bukan nama sebenarnya) said...

haha..ga jg sih ya..karna pacar udah skalian best friend sih jd asik2 aja..jalan kaki 2 km jam 10 malam n nyasar2 demi cari makan, bikin plan bareng2, dan emang biaya total akhirnya dibagi 2,,hihi...
tp emang pacar terlalu keren sih..apa2 dibawa santai aja..fleksibel :-D

*love u mumuuu..

Anonymous said...

ijin share ya mas :)

Ariy said...

silakan gan :)

Cora Bellato said...

untungnya aku dan maspacar sama2 suka traveling. dan akhirnyaaaa...hadir blog traveling bersama. disinii alamatnya : www.happytravelmates.blogspot.com