Wednesday, February 22, 2012

Trip to George Town (Penang part 2)

Ini adalah trip saya kedua kalinya ke Penang. Tahun 2009, saya mengunjungi pulau ini (baca:I do love Penang), dan waktu itu saya hanya melakukan trip sehari ke sisi "atas" Penang. Saya belum sampai menginjakkan kaki di kawasan heritage di pulau itu, yaitu George Town. Saya berjanji, akan ke sana lagi suatu hari.

Tanggal 11-19 Februari 2012 kemarin niat itu terlaksana. Kebetulan saya ngetrip lagi ke Malaysia. Saya sudah menginjakkan kaki berkali-kali ke negeri jiran ini, namun saya belum pernah benar-benar ngeteng menuju ke satu destinasi ke destinasi lain. Sebelum ini, selalu ada teman yang menjemput dengan mobil dan mengantar saya kemana-mana. Tapi kali ini saya bertekad akan ngeteng saja, pun saat seorang kawan dari Malaysia menawarkan akan mengantarkan saya jalan-jalan, saya tolak dengan hormat.
Tanggal 11 Februari, saya sudah tiba di Kuala Lumpur, masuk melalui LCCT. Hari pertama saya sudah booking kamar di Serai Inn, penginapan yang berada tak jauh dari Stasiun LRT Masjid Jamek (tentang penginapan akan saya ceritakan di bagian tersendiri nanti). Tak banyak yang saya lakukan di hari pertama, kecuali pengenalan medan saja. Hari kedua, 12 Februari, saya sudah janjian dengan seorang teman di KL Sentral. KL Sentral adalah stasiun kereta api yang menjadi stasiun hub untuk transportasi dalam kota, antarkota, hingga antarnegara. Saya janjian dengan seorang teman di sini, dan rencananya akan membeli tiket kereta api menuju Butterworth sebelum masuk ke George Town (Penang).

Saya sudah melihat-lihat timetable kereta api ke Penang dari Kuala Lumpur (KL Sentral):

1. KA Sinaran Utara dari KL Sentral - Butterworth berangkat jam 08.45 tiba jam 16.15. 
2. KA Senandung Mutiara dari KL Sentral - Butterworth berangkat jam 23.00 tiba jam 06.30

Setelah berdiskusi dengan teman saya, kami memutuskan mengambil kereta api malam. Apalagi kalau bukan untuk alasan ngirit penginapan karena semalaman kami akan bisa tidur di dalam kereta (Tips!). Harga tiket yang harus kami bayar adalah 34 RM (Rp 102.000).
(Penting!)Oya, kalau bingung beli tiketnya di mana mengingat KL Sentral itu crowded dan luas banget. Gampang. Kalau tiba di KL Sentral dengan taksi, berarti Anda masuk dari pintu depan, begitu masuk maka kita akan segera melihat desk informasi. Nah, langsung ambil kiri. Di sudut ini, akan terlihat loket berjajar. Ciri lain, kita akan lihat tempat penitipan tas (left luggage). Masih bingung? nanya petugas informasi di desk informasi.
Kalau datang dengan shuttlebus dari LCCT, itu berarti Anda akan masuk KL Sentral dari pintu belakang. Nah, langsung aja masuk kemudian naik eskalator ke level 2. Anda akan menemukan desk informasi. Beloklah kanan, akan terlihat loket-loket berjajar. 
Kalau datang dengan LRT, turun dulu untuk masuk ke KL Sentral, Anda akan tiba di level 1, naik eskalator ke level 2, maka Anda akan bertemu desk informasi, beloklah kanan.

Balik lagi ke rencana menuju George Town, Penang, setelah beli tiket, kami akan menghabiskan waktu untuk jalan-jalan dulu di KL sampai malam. Kami sengaja tidak membeli tiket balik, karena kemungkinan akan memilih pulang ke KL naik bus. Skip cerita, kami kembali ke KL Sentral jam 21.30. Kereta ke Butterworth akan berangkat jam 23.00. Nah, yang agak membingungkan adalah, di mana peron tempat kami akan menunggu? Ternyata peron tempat menunggu adalah sama dengan area waiting room  di KL Sentral yang bercampur dengan pengunjung lain dan juga penikmat KFC, jadi seperti bukan tengah menunggu kereta api. Untuk perjalanan ke Butterworth, kita harus menunggu di depan KFC level 2. Di sana ada kursi tunggu. Sementara di samping KFC ada eskalator menuju ke basement. Nah, eskalator inilah akses kita menuju ke kereta yang akan membawa kita ke Butterworth. Tetapi sebelum kereta tiba, kita tidak boleh turun dan akses dibatasi dengan tali pembatas. Begitu kereta api tiba, semua penumpang baru digiring turun menuju ke basement untuk naik ke kereta api.
Saya naik ke gerbong M3 KA Senandung Mutiara. Dari luar, tampak biasa saja seperti kereta api kita. Begitu masuk, hmm...lumayan juga. Bersih lho, dengan kursi empuk, dua televisi layar datar di masing-masing sudut, dan AC-nya dingin. Saran, sediakan jaket penghalau dingin (Tips!)
Kereta yang saya tumpangi malam itu tidak penuh penumpang. Banyak kursi kosong. Cukup lega. Oya, saya juga sudah mencoba toiletnya. Seumur-umur, naik kereta api, belum pernah yang namanya saya menggunakan toilet, dan memilih menahan diri. Tetapi kali ini, saya mencoba toilet kereta api ini, bagus, gak bau, toilet duduk, air mengalir lancar, ada tisu juga. Nah, di Indonesia bagaimana?

Perjalanan lebih lama dari yang kami perkirakan. Karena ada sekitar satu jam kereta berhenti entah untuk alasan apa.
Tetapi so far, tidak terlalu mengganggu karena kami menghabiskan waktu dengan tidur. FYI saja, kereta ini juga yang bisa membawa kita ke Bangkok. Rutenya KL-Butterworth-Hatyai-Bangkok. Tetapi perjalanannya dijamin bakal bikin pantat berasap :).

Jam 06.30 seharusnya masih serupa Subuh. Tapi pagi itu sudah terang, meskipun Matahari belum bersinar. Ini karena memang kereta terlambat. Kami akhirnya tiba di Butterworth. Stasiun yang kami datangi masih sementara, ada semacam kegiatan pembangunan yang tengah dilakukan. Nah, Butterworth sendiri sebenarnya bagian terpisah dari Pulau Penang. Untuk menuju ke Penang, kita harus naik Fery ke Pelabuhan di George Town. Caranya? gampang, dari pintu keluar stasiun, ikuti papan petunjuk menuju pelabuhan. Jalan kaki saja, tak lebih dari 5 menit. Ini karena lokasi stasiun tak jauh dari pelabuhan penyeberangan. Nah, tiket Fery di sini juga murah, hanya 1.5 RM. Pakai uang pas, kalau nggak punya, tuker saja di booth penukaran di samping pintu masuk. Kapal Fery ini mengingatkan saya akan kapal serupa yang membawa saya melintasi Selat Madura atau menyeberangi Danau Toba menuju ke Pulau Samosir. Beruntungnya naik kereta malam adalah, tiba pagi dan kalau beruntung, kita bisa melihat sunrise saat menyeberang menuju ke George Town seperti yang saya alami.

Sunrise dalam penyeberangan Butterworth-George Town

Perjalanan tidak begitu lama, sekitar 15-20 menit. Kemudian kita akan tiba di Pelabuhan George Town. Pelabuhan yang cantik yang langsung menghubungkan kita dengan sebuah terminal bus kecil. Di terminal inilah kita bisa mencari bus ke mana saja. Namun, kalau cuma mau keliling George Town, langsung saja keluar terminal dan tunggu Cat Shuttle yang akan berhenti di halte bus depan terminal. Cat Shuttle adalah bus gratis yang akan membawa kita keliling George Town.

Pelabuhan George Town yang cantik seperti pelabuhan-pelabuhan kecil di Eropa




Kami memilih untuk naik Cat Shuttle menuju ke kota. Dari yang kami pelajari di terminal, bus ini juga akan melintasi Core Zone The Historic City of George Town atau kawasan heritage-nya. Bus-nya sangat nyaman dan seperti yang kami duga, bus ini bakal penuh. Saat itu masih sangat pagi saja sudah penuh, apalagi kalau siang hari. Tetapi kami mendapatkan tempat duduk, AC nyaman, dan bus-nya juga bersih. Perfect!
Cat Shuttle
Bus melaju, sekitar 10 menitan kemudian menyusuri Lebuh Pantai (nama jalan), saat kami melihat ada plang bertuliskan tourist information, kami sepakat turun. Tujuan utama sebenarnya adalah mencari toilet, mungkin bisa sekaligus mandi (kalau memungkinkan) atau sekadar gosok gigi, cuci muka, dan lain sebagainya.
Tetapi ternyata, kantor tourist information itu belum buka. Kami memutuskan untuk sarapan terlebih dahulu. Tak jauh dari lokasi itu, terdapat sebuah food court yang berada di seberang jalan. Bagi saya, Penang selalu menawarkan kelezatan makananya, dan entah kenapa lidah saya selalu cocok. Maka, kami pun mencoba masuk ke dalam food court yang belum terlalu padat pengunjung pagi itu. Di bagian depan terdapat penjual nasi bungkus. Sebenarnya hampir sama dengan nasi bungkus di Indonesia. Isinya nasi, sayur/sambal, dengan lauk beberapa pilihan, yaitu telur atau ayam. Di food court ini terdapat aneka menu masakan, mulai dari masakan khas Penang, Thailand, Mie Jawa, Jepang, maupun Chinese Food. Kami tidak memilih masakan Penang, tetapi lebih tergoda dengan presentasi masakan Thailand, dan akhirnya memilih Nasi Goreng Seafood Thailand, yang seperti gambarnya dan dugaan kami: LEZAT!

Selepas sarapan, kamipun menuju ke tourist information lagi. Kali ini sudah buka. Mbak-mbak yang jaga super ramah. Dia menanyakan apa yang ingin kami eksplorasi, berapa hari kami di Penang, dan lain sebagainya. 
Lalu tibalah pada tujuan utama kami: Toilet! Dia langsung mempersilakan kami menuju ke lantai dua, di sana ada toilet komplet, cuma tidak ada shower untuk mandi sih. Tapi lumayan lho, buat bersihin muka, gosok gigi dan ritual lainnya, mengingat kami semalaman berada di kereta api dan belum mandi atau membersihkan diri.
Oya, gedung tourist information ini sendiri sebenarnya bagian dari peninggalan sejarah. Gedungnya kuno, dan kayaknya bagus juga tuh buat foto-foto pre-wed (langsung menerawang...:hmmm). Gedung ini juga terintegrasi dengan Old Town White Coffee, salah satu tempat ngopi yang punya banyak cabang di Malaysia, selain juga ada beberapa restauran lain. Usai membersihkan diri, kami sempat memotret beberapa bagian dari gedung, untuk selanjutnya keliling George Town dengan jalan kaki. Tunggu yaa tulisan selanjutnya di bagian ketiga....:)

24 comments:

ainun said...

Kalo alokasi waktu di malaysia 4 hr,cukup g untuk explore malaka dan penang ? tmn ngidam ke malaka dan kalo bs kudu mampir ke penang jg aku pengennya. Mnurut ms ari gmana?

Ariy said...

Empat hari itu efektif atau gmn? soalnya kadang 4 hari masih dipotong kedatangan atau kepulangan. Misalnya hari pertama ternyata baru tiba siang. Jadi efektif kan cm 3,5 hari.

Menurutku, bikin skala prioritas. Di Melaka dari KL lumayan deket, 2 jam-an. Nginep aja semalem, besok pagi2 langsung ke Penang via KL. KL-Penang itu mayan jauh, 5-7 jam, tergantung situasi.

Pilihan lainnya, hari pertama pagi2 benar naik bus ke Melaka. Sore-nya balik ke KL. Lalu malamnya di hari yang sama naik kereta api malam ke Penang. Pagi2 sudah sampai penang tuh.

ainun said...

Matur nuwun saran dan masukannya bs buat pertimbangan ngatur waktunya.

nopan said...

toilet kereta api di Indonesia skg udah bagus kok, malah saya biasanya mandi di toilet kereta biar paginya seger, meskipun airnya asin sih. hahaha

Penang amankah buat solo backpacker? soalnya rencana mau bawa DSLR, rugi kayaknya memfoto bangunan2 kunonya pake kamera pocket

Ariy said...

aman dalam arti apa nih? kalau menurut saya, kriminalitas itu bisa terjadi di mana saja. Tinggal kita yg harus waspada. Selamat ngetrip mas.

Endless Sky said...

Rencananya mo traveling ke SG, Penang, Malaka dan KL. Bisa ngasih saran gak rute terbaik untuk menghindari buang2 waktu di jalan? Plan saya sih SG - Malacca - Penang - Genting (kalo sempaaat banget) - KL. What do u think? Thx

Ariy said...

Kalo berangkatnya dari SG, maka memang yang paling dekat ke Melaka dulu - naik ke KL - Genting - KL - Penang.

Coba liat di peta, Penang di ujung atas. Nah memang akan susah kalau tdk mau mengulang via KL. Tetapi menurutku, tdk terelakkan. Aku gak tau apakah dari Genting bisa langsung ke Penang. Menurutku sih dari Genting balik lagi ke KL-baru ke Penang.

KL-Genting gak jauh kok. Sejam lebih dikit-lah kalau lancar dan gak pake ngetem. Bisa oneday trip juga. Nah, yang jauh itu KL-Penang.

Saranku tetap: SG-Melaka-KL-Genting-KL-Penang

Gracey said...

Mas gimana ya rute yang bener kalo tujuannya mau KL, SG, Melaka, Penang selama 6hari biar efisien gitu maksudnya hehe. Thanks :)

Ariy said...

kamu bisa cek di peta. Tapi sarannya nih: SG - Melaka - KL - Penang.

Gak capek tuh lari2 gitu?

Anonymous said...

Mas, kira2 fery dari Georgetown ke Butterworth itu 24 jam ngga ya? Karna saya rencananya mau naik sleeper train Butterworth-KL yang jam 23.00.
Makasih ya, Mas :)

Ariy said...

Fery tidak 24 jam. Menjelang tengah malam sudah tidak beroperasi.

Dinna Afriana said...

Mas,

Di mana saya bisa dapat info lengkap mengenai transportasi KL-Penang baik menggunakan kereta ataupun bis.

Terima kasih :)

Dinna Afriana said...

Mas,

Di mana saya bisa memperoleh informasi rinci mengenai transportasi KL-Penang baik menggunakan kereta ataupun bis?

Terima kasih :)

Ariy said...

@Dinna

untuk kereta api seluruh dunia, termasuk dari KL, silakan buka www.seat61.com itu sangat membantu. Kamu tinggal klik kolom malaysia, nanti muncul komplit.

Kalo bus...silakan cek di www.journeymalaysia.com.

Selamat ngetrip

enoy17 said...

HMN....
februari mau ke penang tujuan akhir keliling Jogja- singapore-kl-hatyai-penang-KL-Jogja tapi masih blank mau ke mana2nya,ada beberapa pertanyaan menyangkut rencana perjalanan sayas dan pengalaman mas ary setelah baca trip2nya mas ary di Penang. tapi nanti boleh ya saya tanyakan di email saja setelah saya cari2 info dulu..

boleh kan mas tanya ke email?

main place to visit di penang mana ya?

Ariy said...


@enoy : saya nulis Penang bbrp seri. Cek di bagian lain blog ini ya. Kalo memang masih ada yg mau ditanyain, silakan kirim email :)

rahma said...

Halo Mas,
Mau nanya, beli tiket keretanya on the spot atau online?
Saya ada rencana ke Penang via KL juga.

Makasih,
Rahma

Ariy said...

Rahma: saya biasa beli on the spot, karena menurut saya gampang dan ketersediaan tiket pun selalu ada.

Gutlak

Anonymous said...

Mas, mhn info kalau dari Penang ke Butterworth, transport nya apa?
thanks

Ariy said...

naik kapal Ferry, kalo belum naik cum 2 RM sekitar 20 menit. Dari stasiun butterworth ikuti aja penunjuk arah ke arah pelabuhan. Jalan kaki aja kok dari stasiun.

Nunik Adikara said...

Alow mas, mau tanya dong kalo dari Melaka ke Penang transportasinya apa aja ya?

Ariy said...

Mbak Nunik

saya tidak pasti apakah ada bus langsung dari Melaka ke Penang. Kalo ada mending langsung aja naik bus. Kalo nggak ada, bisa ke KL dulu, ambil bus di KL- Penang (dari Puduraya Bus Terminal) atau naik kereta dari KL Sentral

Henrijilidlima said...

Thanks infonya, malam ini naik kereta ke Penang.

Roulina Barus said...

Mas kalo dri penang - genting transport nya apa ya mas?