Wednesday, November 28, 2012

Cara Dapat Duit dari Traveling

                                                      photo: www.thepassing.com
Traveling selalu identik dengan menghabiskan duit. Itu pikiran orang yang tak terelakkan. Demikian juga apa yang terlintas di benak saya di awal-awal, sebelum saya benar-benar banyak bergelut di dunia traveling.
Lalu, pada akhirnya, saat frekuensi traveling saya cukup tinggi, saya mulai berpikir bagaimana menghasilkan duit dari traveling?
Ternyata, hal itu bukanlah hal yang mustahil. Bayangkan, betapa nikmatnya kita traveling, berlibur, bersenang-senang...eh masih dapat duit. Seru kan? Satu hal yang pasti, duitnya duit asli, bukan duit gambar Bagong :). Nah, saya ingin berbagi nih, gimana caranya dapat duit dari traveling. Setidaknya ini berdasarkan pengalaman saya pribadi, yang semoga bisa ditiru :). 
1). Langkah awal yang harus kita lakukan dan paling penting menurut saya, adalah ubah "mindset". Pahami benar hal ini:

"Saya traveling bukan untuk menghabiskan duit, tapi untuk menghasilkan duit"

Ini penting menurut saya, karena dengan menancapkan mindset kita seperti itu, maka dalam traveling kita akan benar-benar bijak mengelola keuangan. Jadi kalau bisa tidur di dorm hostel, kenapa ambil hotel. Jadi kalau bisa tidur di bandara kenapa ambil dorm hostel. Jadi kalau bisa tidur numpang di tempat kenalan, kenapa harus tidur di bandara....huehehehe. Ini analoginya saja. Artinya, kita mulai berpikir hemat, supaya traveling kita tidak menghabiskan duit. 

2). Berpikirlah bagaimana caranya balik modal. Kalo budget traveling kita Rp 1 juta, setidaknya kita harus mengupayakan dari traveling itu akan ada hasil Rp 2 juta :).

Kata kuncinya adalah "pengalaman" dan "pengetahuan". Semakin kita sering traveling, semakin kita memiliki pengalaman dan pengetahuan. Tidak banyak orang yang memiliki ini. Nah, itulah hal-hal yang bisa kita jual. Dari dua poin itu, terus gimana implementasinya supaya gak terdengar seperti sebuah omong kosong? Sabar, yuk mari...saya mau berbagi:

a. Dari satu destinasi, kita bisa membuat tulisan untuk aneka media:
  • Bikin buku : banyak hunting, banyak googling, banyak jalan ke toko buku, banyak baca (gak harus beli bukunya), lalu tentukan gaya tulisan travelingmu. Mulailah menulis, mencari informasi bagaimana cara mengirimkan naskah ke penerbit. Yang tidak banyak orang tahu, banyak penerbit yang mencari naskah. Jadi kepentingan hadirnya sebuah buku itu bukan hanya satu sisi dari penulisnya saja. Yang tidak kita tahu, banyak editor yang kebingungan mencari naskah (yang bagus tentu saja). So, mulailah menulis. Duitnya lumayan lho, bisa buat jalan-jalan ke luar negeri, karena kita mendapatkan royalti standar 10% dari harga buku dikalikan jumlah yang terjual.
  • Bikin tulisan perjalanan buat majalah/koran/media lainnya: lagi-lagi kita harus pintar-pintar mencari informasi. Paling gampang, kita beli satu majalah wisata. Biasanya mereka menerima naskah dari luar. Nah, contoh aja model tulisan mereka, lalu tulis ceritamu sendiri. Duitnya lumayan lho. Saya pernah nulis sejam doang untuk satu majalah wisata terkenal dapat Rp 2,5 juta. Salah satu koran terkenal di Jakarta memberikan honor Rp 700.000 - Rp 1 jutaan untuk tulisan perjalanan. Untuk koran daerah, masih di kisaran Rp 300.000 - Rp 500.000 untuk satu tulisan. Dan....untuk membuat tulisan ini, saya nggak harus jalan-jalan lagi. Inget, satu kali jalan-jalan kita bisa bikin banyak sudut pandang berbeda untuk banyak tulisan. Satu dikirim ke majalah, satu dikirim ke koran, satu masukin blog dll...tapi inget, jangan sampai masing-masing tulisan yang dikirim ke berbagai media itu sama persis. Bisa-bisa Anda di-blacklist media karena dinilai mengirimkan tulisan double.
  • Ngeblog: ini salah satu sumber uang juga. Meskipun jalannya nggak secepet nomor satu dan dua. Saya ngeblog awalnya karena suka nulis. Lagian, banyak tulisan dari traveling saya yang tidak dimuat di media atau di bikin buku. Akhirnya saya konsisten nulis di blog. Oya, blog yang bagus menurut saya adalah blog yang ditulis dengan semangat "bukan untuk nyari uang" tetapi karena kita suka. Tenang saja, pada akhirnya, uang akan mengikuti kalau blog kita bagus. Blog yang bagus, menurut saya lagi, juga blog yang memiliki tema, berkarakter, dan berbeda. Sekarang ini banyak perusahaan-perusahaan yang mengeluarkan duit untuk promosi melalui blog. Kenapa? sifat personal yang terkandung dalam tulisan di blog membuat orang lebih percaya, daripada orang melihat iklan di koran atau TV misalnya. Alhasil, seperti saya, meskipun belum terlalu banyak, tetapi bisa dapat duit dari bikin tulisan di blog. Bisa jalan-jalan gratis ke luar negeri dari nulis di blog (dan dapat uang saku, dan tiket pp dibayari, dan dijamu kayak raja huehehehe). Satu postingan bisa dihargai mulai Rp 800.000-Rp 1,2 juta. Kalau yang jalan-jalan gratis, biasanya semua budget perjalanan kita di-cover, belum lagi hotel yang bagus, makanan enak, dan masih dapat uang saku.
  • Nah, duit lainnya datang dari mana? saya juga menjadi travelplanner. Apa itu? Travelplanner terjemahan bebasnya sih kayak orang yang meng-arrange traveling orang lain/grup. Tugasnya macam-macam, mulai menjadi tour leader, bikin itinerary-nya, booking-in tiket pesawat, dan lain sebagianya. Duitnya lumayan untuk kerja selama tiga hingga empat hari saja (biasanya saya bikin short trip). Dalam satu kali trip dengan perjalanan sekitar 4 hari, saya bisa mendapatkan duit antara Rp 1 juta-Rp 2 juta bersih, selain akomodasi kita sudah ter-cover. Tetapi jasa ini mengandung risiko nombok juga, misalnya terkait fluktuasi harga tiket pesawat. Saya pernah sudah deal dengan orang untuk harga tertentu, hanya dalam hitungan jam tiket pesawat naik dua kali lipat harganya :).
  • Beberapa teman yang saya kenal juga membuka jasa booking tiket pesawat. Ini karena memang booking  tiket pesawat itu gampang-gampang susah. Kalau kita biasa traveling secara independen, tentu tidak susah ya melakukan pekerjaan ini. Saya sendiri belum punya pengalaman membuka jasa ini dan kurang tertarik, tapi menurut saya...ini bisa Anda coba.
  • Saya punya banyak kenalan pemilik hotel kecil, guesthouse, homestay. Mereka sudah menawarkan kerja sama, misalnya saya bisa mendatangkan tamu, maka saya akan mendapat persen. Sejujurnya, saya belum pernah mempraktikkan hal ini. Tetapi, ini bisa Anda coba. Lumayan juga buat nambah-nambah uang saku. Biasanya pemilik guesthouse menawarkan 10% untuk satu tamu yang menginap.
  • Jualan merchandise traveling. Saya pernah sih jualan kaos. Habis terjual, tetapi memang saya kurang telaten jadi tidak terlalu fokus di sini. Bagi yang punya jiwa marketing, ini bisa dijalankan. 
Nah, itu beberapa pengalaman saya tentang bagaimana cara mendapatkan duit dari traveling. Kalau ada yang mau berbagi cara lainnya untuk mendapatkan duit dari traveling, silakan sundul yak :)

Regards,

A

Sunday, November 25, 2012

3 Hari untuk Selamanya (Genting Trip 3-Kelar)


Apa boleh buat, saya tidak bisa menghindar tidak menggunakan judul film punya Riri Riza itu untuk judul bagian ketiga Resorts World Genting Trip. Ya bagaimana dong, judul itu sangat mewakili trip saya kali ini...selain saya memang malas untuk mencari judul lain (ngeles hehe ).


Yeap, ini adalah hari ketiga saya di Resorts World Genting. Cita-cita saya cuma satu, itupun kalau boleh, saya ingin membawa kamar Hotel Maxims ke Solo. Boleh ya? Please? Lagian saya belum sempat berendam juga di bahttub¬-nya huehehe. Hari ini tidak banyak yang kami lakukan selain bersiap untuk cabut.

Seperti biasa, pukul 09.00 kami makan pagi bersama dan kali ini kami makan di Coffee Terrace. Mulai dari dim sum hingga western food ada di sini. Berbincang akrab dengan teman sebelum menyadari bahwa ini hari terakhir kami bersama. Usai dari sarapan, kami dibawa ke Resorts World Genting Rewards Gallery. Nah, di sini kita bisa membeli aneka souvenir yang berbau Resorts World Genting. 
Saya mendapatkan pasmina pesanan ibu tercinta dengan harga 19 RM. Kalau traveling, saya memang jarang beli-beli oleh-oleh, kecuali traveling ke luar negeri saya yang pertama kali. Tetapi karena ini adalah pesanan ibu tercinta ya saya harus penuhi. Kata teman, bisa saja beli pasmina di Tanah Abang dengan harga lebih murah dan kualitas tak kalah. Tapi tidak lucu kan saya tiba di rumah lalu menyapa ibu:

“Halo Ibu saya pulang dari Resorts World Genting Malaysia, ada oleh-oleh buat Ibu dari Tanah Abang”.

Pasti terdengar bego sekali. Intinya, hari itu saya hanya beli pasmina buat Ibu. Lalu sisanya mengantar teman-teman mencari oleh-oleh. Termasuk mengantar Arie, teman sekamar saya yang sejak hari pertama hingga hari ketiga sibuk ngubek-ubek BodyShop. Konon dia akan membuka cabang BodyShop di Ciwedeuy :P. Nggak ding, dia mencari sesuatu buat temannya, selain kulakan produk BodyShop buat dijual lagi...hehehe teteup.

Well, itu hari yang berat sejak kami harus berpisah dengan teman-teman baru dari Resorts World Genting, ada Christine Ong dan Viva Lina yang sejak hari pertama menjemput saya dan teman-teman bloggers, media serta dari IDBlog Network. Keramahan mereka, membuat kami terharu. Perpisahan hari itu, kami dilepas oleh Christine Ong di depan Maxims Hotel. Peluk cium dari teman-teman menandakan bahwa traveling selama tiga hari ini adalah traveling hebat yang akan kami ingat selamanya.






Bagaimana mungkin saya melupakan mereka? 

Dengan menggunakan Van, kami diantar ke LCCT. Sepanjang perjalanan menuju LCCT kami lebih banyak terdiam (atau tertidur?) yang pasti itu sejam terpendek yang pernah kami nikmati. Iya, saya mulai mellow saat menuliskan ini, karena sedih harus berpisah dengan teman-teman. Di LCCT, setelah check in, kami masih sibuk untuk mencari hal lain, oleh-oleh lagi !!
Mulailah kami mengobrak-abrik kawasan pertokoan di LCCT, dimulai dari Emporium. Cokelat grosir, gantungan kunci, minuman branded, dan lain sebagainya. Saya membeli sebuah kaos untuk seorang teman, serta beberapa makanan buat orang rumah. 
Setelah kelar belanja di LCCT, kami pun masuk ke ruang tunggu. Menikmati kebersamaan untuk terakhir kalinya di Malaysia. Kami terbang menggunakan Airasia sore itu, dan tiba di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta sekitar pukul 18.30. Di Bandara, lagi-lagi kami saling berpelukan, berharap ada next trip untuk kami lagi. Gratis disarankan. Huahahahah.



Genting Highlands Trip Part 2 Slideshow: Ariy’s trip to Tanah Tinggi Genting was created with TripAdvisor TripWow!

Bagian seriusnya adalah, akan ada reuni bareng lagi. Mungkin di Indonesia, tapi omong-omong kosongnya akan ke Thailand bareng...yuhuuuu. Bagi saya pribadi, saya menikmati kebersamaan bersama Arie, Brad, Rain, Rara, Riana, Gricia, Wiwit, dan tidak lupa terima kasih sebesar-besarnya buat Mas Lucky, serta Mbak Leila dan keluarga besar IDBlog Network. Tidak pernah lupa dengan kebaikan Christine dan Viva Lina, thanks for your hospitality! Benar-benar pengalaman tiga hari untuk selamanya. (Sampai jumpa di cerita lain yak

Friday, November 23, 2012

Winter di Tanah Tropis (ResortsWorldGenting part 2)

Morning Journer !

Hari yang cerah untuk jiwa yang sumringah. Pagi itu kabut (awan?) menyelimuti sebagian wilayah Resorts World Genting. Segaaarnya sampai ke hati. Sebenarnya agak malas untuk bangun, karena kamar hotel saya itu yang nyamaaaaan sekali. Tapi begitu melihat keluar dari jendela hotel, saya nggak sabar untuk jalan. Bukankah kita traveling bukan untuk pindah tidur? 
Pagi itu, pukul 09.00 saya bersama teman-teman sarapan dulu di The Bakery. Cafe ini berada di samping dari lobby Maxims Hotel. Saya sejak masih sekolah sudah biasa tidak sarapan, karena kalau sarapan justru perut sakit. Tapi demi melihat display kue-kue nan seksi di The Bakery, saya kalap juga. Saya memilih Turkey Sandwich segede lengan anak Balita, dan mango cake, dan masih nowel makanan teman di kanan dan kiri...nikmat. Minumnya, paling nikmat ada Colombian Black Coffee.
The Bakery
Mango Cake nan seksi...rasanya sayang mau gigit









too good to be true...The Bakery! slrpp
Kelar dari The Bakery, saya sudah siap dengan permainan di outdoor theme park. Tapi sebelumnya, kami foto-foto norak dulu di depan pintu masuk. Hari itu tidak terlalu banyak pengunjung, karena memang bukan weekend. Oya, untuk tiket one day unlimited ride pass :
  •  All Park yang mencakup Outdoor Theme Park, First World Indoor Theme Park, Rainforest Splash Pool dan Flying Coaster  harga tiketnya untuk remaja dan dewasa 66 RM, untuk anak-anak 45 RM.
  •  Outdoor Theme Park saja : dewasa/remaja 50 RM, untuk anak-anak 35 RM
  •  First World Indoor Theme Park saja: dewasa/remaja 30 RM, untuk anak-anak 28 RM.

Jump!!

Yang pertama saya coba adalah spinner, wuuuuuu...putarannya smooth meski awal-awal mau nyoba agak sangsi juga. Begitu turun malah pengen lagi. Tapi sayangnya, wahana lain sudah menunggu. Berikutnya adalah Corkscrew. Ini adalah pengalaman kedua saya naik rollercoaster, setelah sebelumnya saya pernah naik di TransStudio Bandung yang punya rollercoaster dengan efek mundur.

Spinner
Nah, Corkscrew ini juga bisa bikin copot jantung juga. Saya duduk di mana jantung saya sudah melayang kemana heueheheh. Rollercoaster ini memiliki efek putaran beberapa kali. Saran saya, boleh teriak sekencengnya, tapi jangan merem. Kenapa? Karena begitu kelar dan keluar dari arena, ada booth penjual foto saat kita bereaksi di Corkscrew, kalo merem fotonya gak seruu.

Kelar dari Corkscrew perut saya sudah seperti mau meloncat saja rasanya. Maka saya men-skip dulu Pirate Ship, yang sebenarnya tidak terlalu serem. Buktinya, yang naik adem-adem saja nggak teriak. Yang serem justru wahana berikutnya (dan saya skip lagi-duh memalukan), yaitu Flying Coaster. 
Sebenarnya saya tertarik juga mencoba, tapi gimana coba kalo saya muntah dan itu bakal kayak hujan menerpa orang-orang di bawah saya? Alasan. Iya J. Tapi serius, Anda harus coba, bergaya ala Superman terbang, kemudian meluncur dan ada efek putaran, dan diputar lagi di porosnya. Alhasil, habis pada naik ini, teman-teman saya sudah pucat semua, sementara saya tetap tampil ganteng dengan rambut masih rapi jali J.
Oya, di sini ada yang serem lainnya, kayak Space Shot, yang kayak Histeria di Dufan. Kita akan dibawa ke tempat tinggi kemudian dihempaskan ke bawah dengan kecepatan 67 km/jam. Yang kedua adalah Sungai Rejang Flume Ride, ber-roller coaster sambil berbasah-basah. Duh sebenarnya seru banget, tapi pas saya ke sana lagi ada maintenance. Jadi gak perlu cari alasan untuk men-skip keduanya karena sudah di-skip oleh pengelolanya. Huahahaha.
nampang dolooo



Sekitar pukul 12 siang, kami sudah digiring masuk ke Restaurant Happy Valley. Pesta seafood terbesar sepanjang sejarah. Whuahahaha. Saya yang biasanya cuma mengenal seafood di warung kaki lima Seafood Lamongan, kini harus berhadapan semua makanan laut yang segar dan muaaaahaaal. 
My first lobster (serius saya belum pernah makan lobster sebelumnya) adalah Australian Lobster Baked with Cheese and Butter....oughhhh....so good!. Pilihan lain saya yang rasanya kayak cumi adalah Japanese Snails “Kong Po” Style. Hari itu saya banyak pilihan, ada juga Snow Crab Baked with Superior Stock. 
Australian Lobster Baked with Cheese and Butter
Japanese Snails “Kong Po” Style

Nah, sudah kenyang kan? Mari kita main lagi, biar kalorinya terbakar. Habis menjadi raja sehari di Happy Valley Restaurant, saya dan teman-teman menuju ke Snow World. Ini adalah ruangan artifisial untuk menggambarkan suasana winter. Jadi nggak perlu yang namanya ke Eropa, nggak perlu yang namanya menunggu musim dingin tiba, salju ada di sini. Dibuka tahun 2003, ini adalah atraksi salju terbesar di Malaysia. Lokasi ini pernah ditutup November 2011, tapi dibuka lagi bulan September kemarin. Nah, berapa suhu di dalamnya? Adalah minus 6 derajat Celcius! 
Winter !!

Doh. Saya sudah mikir nih, karena terakhir kali ke China dalam kondisi musim dingin, yang waktu itu (hanya) 6 derajat Celcius hidung saya sudah mimisan. Ini malah minus. Tiket masuknya 25 RM untuk dewasa/remaja, sementara untuk anak-anak/orangtua 23 RM. Kita akan dipinjemi jaket musim dingin dan sarung tangan serta sepatu. Lalu masuklah ke dalam, bermain-main seluncuran salju, menikmati dingin paling menggigil. Oya, di setiap wahana semacam ini akan ada jasa foto. Bisa diambil, eh dibeli ding, setelah kita keluar. Di dalam setelah kita difoto maka kita akan diberi semacam kupon untuk menebus foto.

Kelar dari Snow World, kami memilih untuk mengunjungi Sky Venture. Well, saya pernah melihat atraksi ini sebelumnya di Singapura, yang namanya adalah “I Fly”. Ini semacam simulasi skydiving dengan kecepatan angin mencapai 192 km/jam.
I Fly

Tiket untuk bisa merasakan skydiving ini adalah 38 RM. Dengan dilengkapi pakaian khusus dan alat pengaman lainnya, kita akan masuk ke dalam tabung raksasa yang di bawahnya ada semacam blower yang meniupkan angin topan hahaha. Ada aturan teknis supaya kita bisa seimbang dan terbang dengan enak. Tapiiii...saya tetap saja gak bisa. Kebanting ke sana-kemari. Dua kali kesempatan, saya hanya bisa menikmati saat instrukturnya membawa saya berputar dari bawah ke atas ke bawah lagi...terbaaaaang. Itu pengalaman keren banget. Keluar dari sini saya dapat sertifikat. Padahal saya gagal lho kalau tanpa instruktur mendampingi.

Kelar dari Sky Venture, beberapa teman mengambil fasilitas spa terlebih dahulu, sementara sisanya (termasuk saya) akan menikmati spa dari M Spa tengah malam nanti. Nah, waktu luang ini saya gunakan untuk jalan-jalan, belanja, naik monorail (kalo ini mah nggak perlu di-skip). Setelah itu balik ke kamar hotel tersayang.

Malamnya, berkumpul pukul 19.15, kami kembali menjadi raja dengan menikmati jamuan makan malam di Ming Ren Restaurant. Di sini saya mengenal berbagai makanan yang asing, selain berbahan lamb, saya juga menikmati abalone. Apakah abalone itu? Nah itu dia, rasanya enak lho, agak kenyal tapi....enak. Saya tidak bisa mendeskripsikan mengingat saya bukan ahli soal makanan. Tapi seorang teman saya yang food blooger, membisikkan “Kamu harus coba, karena ini makanan mahal dan jarang ditemui,” hmm....baiklah, maka dengan lahap saya melahapnya. Saya terkesima dengan abalone ini dan makanan penutupnya yaitu Xinjiang Almond & Pistachio Ice Cream. Yaitu es krim rasa vanilla yang lembut dengan taburan almond yang....lezaaaat.

Kelar makan malam, kami menuju ke bagian lain Resort World Genting untuk menonton Freeze Show, perpaduan antara magic show, akrobat, dance, dan ice skating. Sebagian besar pemainnya adalah bule-bule, tapi khusus akrobat, seperti biasa pemain keturunan China jagoannya. Mereka masih muda-muda dan akrobatiknya serem juga. Keluar dari sini, kita bisa berfoto dengan beberapa pemain tapi ini nggak gratis ya.




Hari itu, saya telah ditasbihkan menjadi raja...menikmati hal-hal baru yang luar biasa dan belum pernah saya temukan sebelumnya. Itulah bagian dari traveling yang saya suka.
Keluar dari Freeze Show, saya yang belum kebagian spa akhirnya masuk ke spa yaitu M Spa. Saya mendapatkan fasilitas massage dan scrub. Saat disodori “menu” untuk scrub alias mau scrub pake apa? Saya bingung, dan balik nanya “Apa yang spesial?” dijawab, “Green Tea”. Saya mangut-mangut dan langsung bilang “Oke saya ambil Green Tea.” Huehehehe....keliatan begonya saya. Tapi kata spa terapis saya, Mbak Sumiati, yang ternyata asli Surabaya tapi sudah pernah menjadi spa terapis hingga ke Turki, bahwa “green tea” pilihan saya adalah yang paling kereen. Nah tuh, saya jago kan J.  Malam itu, saya tenggelam dalam sentuhan tangan Mbak Sumiati...(Bersambung lagi yak...)

Tuesday, November 20, 2012

Resort World Genting,Negeri Kecil di Atas Awan (part 1)


Saya selalu tidak percaya saat orang mengatakan sebuah destinasi itu jelek atau bagus. Saya selalu berpikir, jelek atau bagus sangat relatif. Begitu juga saat banyak yang membicarakan soal Resorts World Genting, banyak teman komentar bahwa Resorts World Genting tidak asyik buat dikunjungi. Percayalah, saya tidak segampang itu untuk dipengaruhi.




Genting Highlands Trip Part 1 Slideshow: Ariy’s trip to Tanah Tinggi Genting was created with TripAdvisor TripWow!


Resorts World Genting sebenarnya sudah sejak lama menjadi incaran saya untuk saya datangi. Saya sudah terlalu sering ke Malaysia, tetapi belum sekalipun ke Resorts World Genting. Nah, kalau sudah begitu, biasanya itu bakal menancap di benak saya…dan bakal jadi kenyataan. Tanggal 16-18 Oktober kemarin, kejadian deh saya ke Resorts World Genting juga. 

Indonesian Travel Bloggers
Jujur, dua hal yang membuat saya terpesona sebelum ke sana adalah pertama foto-foto yang saya lihat berupa bangunan tinggi yang menyeruak, menyembul di antara awan. Itu yang bikin saya nganga…so beautiful!. Kedua, saya pengen banget naik cable car menembus awan seperti yang ditunjukkan teman saya. Jarang-jarang saya se-excited ini mau jalan-jalan. Februari lalu sudah rencana ke sana sih, cuma ke geser Penang (lagi).

Tanggal 15 Oktober pagi, saya berangkat dari Yogyakarta menuju ke Jakarta naik Kereta Api Bogowonto. Saya menginap di apartemen seorang teman di Cengkareng. Selasa pagi, tanggal 16 Oktober, saya sudah harus berada di Terminal 3, Bandara Soekarno Hatta. Setahu saya, ada empat travel bloggers lain yang akan jalan bersama. Tetapi sampai di Soetta, ternyata kami akan bersepuluh totalnya. Yaaaayy…the more the merrier !
Pukul 08.35 WIB pesawat membawa kami menuju ke LCCT, Kuala Lumpur, dan tiba lebih awal 10 menit di LCCT yaitu pukul 11.25 waktu setempat. Kami menggunakan van menuju ke Resorts World Genting. 


Sepanjang hari awan menyelimuti kawasan Genting

Penggal awal perjalanan memang masih biasa saja, tetapi memasuki jalur menanjak ke arah tanah tinggi, pemandangan mulai berbeda. Cantik banget, dengan kanan kiri bukit, jurang. Lebih nyaman karena jalan menuju ke Resort World Genting sangat mulus dan lebar. Saat itu juga jalan sangat lengang…jangan bayangin jalur ke Puncak ya.

Saatnya Pestaa...

Van tidak langsung ke hotel tempat di mana saya dan teman-teman travel bloggers akan menginap. Kami mampir dulu ke Goh Tong Jaya, untuk makan siang. Hari itu, di depan meja terhampar (serius, saya suka pake diksi ini, karena makanannya benar-benar terhampar banyaaaak) makanan mulai dari Gulai Kepala Ikan, Ayam Rendang, Daging Rendang, Cumi Rendang, dan aneka masakan lainnya yang secara umum hampir sama dengan masakan Padang dan beberapa merupakan masakan berbumbu kari. Saya jatuh cinta dengan Cumi Rendangnya!

Alamaaak....lapernyaa

Di rumah makan ini pula saya bertemu dengan orang Tegal yang sudah lama menjadi pegawai rumah makan itu. Dia sepertinya suka saat saya ajak berbicara dalam bahasa Jawa. Tempat makan saya adalah sebuah kawasan Ruko yang berjajar banyak toko dan warung makan. Mulai dari makan besar, hingga Ubi Cilembu juga ada lho…tapi yang terkenal sih duriannya yang bernama Musang King. Mantapss….kami pun berpesta pora menikmati Musang King. Bentuknya tidak terlalu besar, dagingnya berwarna kuning, dan manisnya minta ampuuuun…
Kawasan Goh Tong Jaya
Sekitar pukul 15.00, pesta Musang King harus berakhir. Tidak ada sedih dan duka, karenaaaa…kami akan menuju ke Starwberry Park…aww…aww. Resorts World Genting memang wilayah yang sangat cocok untuk menanam buah-buahan semacam ini. Lokasi Genting sendiri berada di Pegunungan Titiwangsa, yang berada di perbatasan negara bagian Pahang dan Selangor. 

Saat kami pesta Durian Raja, hujan sudah turun. Saya sudah berpikir, sepertinya jalan-jalan ke Strawberry Park-nya bakal batal nih. Ternyata enggak, saat kami beranjak, hujan mulai reda. Pemandangan kanan kiri dengan pegunungan hijau berselimut awan (awalnya saya piker kabut), membuat saya menikmati sekali perjalanan itu. Tak berapa lama, kami sudah sampai di Strawberry Park.
Musang King Durian
Tampilan di depannya sih biasa saja, tetapi begitu masuk ke dalam, terhampar kebun strawberry yang atapnya dilindungi plastik. Saya juga melihat kebun semacam ini di kawasan Tawangmangu, lereng Gunung Lawu ataupun di daerah pegunungan lain di Indonesia. Tetapi yang membuat beda adalah, pengelola Strawberry Park membuat kebun itu rapi dan tertata. Kita boleh masuk ke kebun dan memetik sendiri strawberry. Mereka akan memberikan kita keranjang kecil dan gunting untuk alat memetik. Minimal harus 100 gram.
Dan ini ternyata bukan hanya trip tentang strawberry, meskipun labelnya Strawberry Park. Sisi lain kebun ini kita bisa menjumpai kebun bunga Lavender, ungu menghampar. Di pojokan kebun, terdapat satu rumah kecil yang dominan ungu, menjual aneka souvenir yang kebanyakan sih buat cewek, semacam kotak perhiasaan, boneka, hiasan, lain-lain. Duh, saya seperti masuk ke rumah janda: ungu semua!

Nah, untuk keluar taman, kita akan melewati beberapa booth yang menjual madu, lengkap dengan replica sarang lebah supeeer gede. Kayaknya itu asli deh, serem juga ya. Setelah itu, kita akan masuk ke kebun jamur. Aneka jamur dikembangkan di sini. Mau lihat-lihat boleh, kalau mau beli ada juga lokasi khusus yang menjual aneka produk jamur. Lepas dari kebun jamur, sudah ditunggu nih aneka souvenir Resorts World Genting, mulai gantungan kunci serta pernak-pernik lainnya. Menurut saya? Well, saya selalu suka yang berhubungan dengan alam. Saya menikmati bagian di kebun Lavender dan Strawberry. 





Strawberry Park - Mushroom Farm - Lavender Park

Nah, perjalanan kami belum kelar. Hari pertama di lengkapi dengan kunjungan ke Chin Swee Temple. Rencananya sih, kami ingin melihat sunset di Chin Swee, tapi rencana tinggal rencana kalau melihat mendung tebal semacam ini. Pukul 17.00 kami sudah berada di Chin Swee. Kalau di depan sih, kelihatannya seperti kuil-kuil lain yang pernah saya kunjungi di Thailand atau di China. Tetapi begitu saya masuk dan naik ke lantai atas, beuuuuh….mantap. 

Chin Swee Pagoda
Saya pernah masuk ke kuil di Pegunungan Doi Suthep, Chiang Mai, Thailand. Tapi itu tidak seindah Kuil Chin Swee. Ini yang benar-benar kawasan luas terbuka di punggung pegunungan. Sejauh mata memandang, kalau nggak awan…pepohonan hijau…mobil-mobil yang terlihat kecil menyusuri jalan. Ada jalur di sisi bukit bagian atas yang bisa kita daki (jalurnya sudah rapi untuk jalan kaki), nah…di sini kita akan melihat beberapa level kehidupan di akhirat, patung-patung yang menggambarkan kehidupan di neraka, bahwa setiap manusia akan mempertanggungjawabkan apa yang dilakukannya. Ngeri juga melihat patung-patung dalam berbagai cerita, penyiksaan di akhirat. Di ujungnya, kita akan melihat patung Buddha yang terbuat dari batu…gedeeee bangeet.
Ada hall di depan patung Buddha, dengan berbagai ornament gapura yang cantik. Di sini salah satu view point yang keren buat mengabadikan perjalanan. Tak heran kalau kita akan bertemu dengan pasangan calon pengantin yang melakukan sesi foto pre-wedding.
Saya tuh pecinta kuil-kuil Budhha. Saya kunjungi kuil-kuil kecil di Singapura, kuil-kuil cantik di Thailand, maupun kuil-kuil eksotis di China. Tapi bagi saya, Chin Swee unggul untuk satu hal, lokasinya! Keren.



Chin Swee Temple


Kelar dari Chin Swee, kami segera menuju ke Maxims Genting Hotel untuk check in. Bintang 5 booo….:). Sudah berkunang-kunang mata saya melihat kamar saya nan indah…dududu…dubidam. 
my room
Mohon maaf, untuk sementara lupain dulu ya soal nyari kamar dorm di hostel. Saya mau menikmati kemewahan sesaat dulu. Saya satu kamar dengan seorang teman, twin beds dengan flat TV gede, shower dan baththub  yang lengkap dengan Aigner Black Toiletries…mohon maaf lagi, saya musti simpan lagi sabun batangan Lifebuoy yang sudah saya bawa wwkwkwkwk….Aigner Black ini!

Arak Malaysia

Malam itu, selepas mandi air panas, kami mengunjugi Visitor’s Galleria yang lokasinya terkoneksi dengan hotel. Apakah Visitor’s Galleria itu? Ini galeri di mana kita bisa melihat sejarah berdirinya Resorts World Genting dan kisah founder Resorts World Genting yaitu Mr Lim Goh Tong. Melihat foto-foto lama mereka membuka pegunungan ini menjadi sebuah resort kelas dunia membuat saya berdecak kagum. Puas dengan pengetahuan soal Resorts World Genting, kami makan di Bubbles and Bites.
Bubbles and Bites

Biru muda, menjadi warna dominan restoran ini. Keren euy…malam itu adalah makan malam sebenarnya. Saya pikir, makan malam yang disediakan jauh lebih besar dari gendutnya perut saya. Kalau ada kresek, sudah saya bawa pulang tuh makanan. Saya memesan menu macaroni, yang top rasanya. Tapi dari semua itu, yang paling saya ingat adalah Asti, arak Malaysia yang rasanya mantap…sejujurnya saya suka. Semoga ibu saya tidak membaca tulisan ini.  

Bubles and Bites adalah pengalaman salah satu pengalaman kuliner terhebat saya. Malam itu, kami menutup hari pertama dengan hang out di Patio, salah satu klub di Genting Resorts World. Saya memilih Baileys Irish Cream yang komposisinya (hasil dari googling nih), adalah susu manis kental, Irish whiskey, kopi, cokelat sirup, vanilla, hingga ekstrak almond. Yang lain mesennya macem-macem, tapi yang paling heboh adalah sesi nyedot Flaming Lamborghini. Apa itu Flaming Lamborghini? Ya ampun, gak tau? Sama, saya juga baru tahu pas di Patio itu hueheheh. Saya nggak mau tau resepnya, tapi pokoknya cara minumnya kereen aja. Jadi tuh ya.,..ada botol langsing tinggi, lalu di bawahnya di kasih gelas cawan nggak tau apa…minuman di siram dari ujung botol, sambil dibakar, nah, yang kita sedot tuh minuman di bagian cawannya sementara api terus menyala. Temen sebelah sudah membisikkan “Jangan minum deh, cepet banget naiknya.”

Saya juga cuma suka saja melihatnya. Tapi saat seperti itu, melihat saja sepertinya menjadi tabu. Maka, dengan terpaksa (so sorry Mom), saya minum beberapa sedot. Satu cawan bertiga…rasanya? Hmm…isi perut saya hangat menggelinjang wkwkwkw. Tetapi saya control diri kok, jarang-jarang juga saya minum, atau hampir tidak pernah lagi malah. 

Malam itu, kami menutup hari pertama dengan tubuh yang sangat lelah tapi fun. Saatnya menikmati kamar hotel mewah saya dan ngorok sejadi-jadinya. Saya lupa mengingat roommate soal ngorok saya yang kerap muncul saat saya capek. Paginya dia protes “Sial, kau ngorok kenceng banget.” Hihihiiih….(Bersambung yaa).