Tuesday, September 11, 2012

"Ini Jebakan Terkejam di India"

photo: www.forbes.com
Itulah yang dilontarkan teman saya, Matthew Morales kepada saya suatu kali di Solo. Perkenalkan dulu, Matthew adalah teman saya dari Hasbrouck Heights, New Jersey, US. Selain ke India, perjalanan pertama dia ke Asia juga mampir ke Solo, kota saya.
Suatu saat dia bercerita tentang kesialannya di India. Sudah banyak cerita seram soal tipu-tipu (scam) di India. Tetapi sama dengan para traveler lainnya, yang dia lakukan bukanlah takut ke India, tetapi menjadikan cerita-cerita itu sebagai warning untuk lebih berhati-hati. Maka terbanglah laki-laki berambut ikal ini ke India.
Dalam beberapa kali kejadian, cukup mudah baginya untuk mengidentifikasi siapa-siapa yang mencoba mengambil keuntungan dari dia. Mulai dari porter, hingga cecunguk-cecunguk yang mencoba menawarkan macam-macam demi memindahkan uang dari kantong Matthew ke kantong mereka. Tetapi itu tidak berhasil.

"Sampai saya bertemu orang ini. Seorang pemuda yang mengajak saya ngobrol. Dia sepertinya orang baik. Dia selalu memberitahu, ketika ada orang yang mencurigakan dan ingin mencari keuntungan dari saya," ujar Matthew.

Setelah beberapa saat, pemuda satu ini menawarinya untuk bergabung makan malam di rumahnya. Matthew tertarik sekali dengan ajakan itu. "Saya ingin sekali merasakan kehidupan keluarga India. Pasti akan menyenangkan langsung berada di tengah keluarga India, suasananya, apa yang mereka makan, bagaimana mereka makan, dan lain sebagainya. Bagi saya, tawaran itu sangat menggoda," kata Matthew.

Lalu, Matthew pun mengiyakan ajakan pemuda itu. Keduanya menuju ke rumah pemuda itu. Matthew disambut keluarga pemuda itu kemudian dijamu dengan aneka masakan India. Semua kelihatan sempurna bagi Matthew, hingga....

"Makan malam selesai, lalu semua berubah menjadi bencana. Setidaknya bagi saya," kata Matthew.

Pemuda itu meminta Matthew membayar semua makanan yang telah disajikan. Dan itu bukan harga yang murah. Matthew kaget dibuatnya. Bukannya ini adalah undangan makan malam? Lagipula tidak ada kesepakatan awal bahwa dia harus membayar semua jamuan makan malam ini? Sesaat kemudian baru Matthew menyadari, bahwa dia berada di dalam jerat yang dipasang si pemuda itu. Dia berhasil lepas dari scammers kecil, tapi masih juga masuk ke perangkap scammer lainnya. "Kami bertengkar, karena saya tidak mau membayar. Pemuda itu tetap berkeras saya harus bayar makanan itu semua," ujar Matthew dengan bersungut-sungut. Karena tidak mau ribut dan ribet, dan justru membuat mood-nya traveling ke India semakin rusak, dibayarlah makanan itu.

 "Tetapi sebelum pergi aku bilang ke pemuda itu. Kutunjuk mukanya, dia adalah penjahat yang paling buruk dari yang buruk. Karena dia berpura-pura baik untuk melakukan kejahatannya. Dia ramah, sopan, tapi busuk. Saya bilang kepadanya, You are the worst !!"

3 comments:

Yudi Darmawan said...

dasar India sialan,
kok bisa-bisanya memperlakukan orang pendatang begitu..

novan candra said...

waduh ngeri banget. kalo boleh tau kejadiannya di kota apa?

Ariy said...

di Agra mas.