Tuesday, September 15, 2015

Review : Hotel Pandanaran Jogja

Dear Journo,

Weekend kemarin nyoba Hotel Pandanaran, Jogja. Yang saya tahu, Hotel Pandanaran itu adanya di Semarang, tetapi ternyata baru bikin di Jogja juga. Lalu pas iseng buka Hotel Quickly, ternyata ada penawaran harga dari Hotel Pandanaran di Jogja, sekitar Rp 170.000 / malemnya. Matik, jebol lagi nih kartu kredit ! wkwkwkwk.Ya sudah, akhirnya Hotel Quickly kembali menggesek kartu saya. Karena saya masih punya poin Rp 80.000, maka saya membayar kamar hanya Rp 90.000 untuk hotel bintang 3 ini...eh kata orang malah bintang 3.5 !

Hotel Pandanaran terletak di kawasan Prawirotaman, Jogja. Saya sangat akrab dengan kawasan ini karena dulu sering terdampar di sini untuk mendapatkan hotel murah. Iya, kawasan Prawirotaman emang kawasan backpacker, tempat ngumpulnya traveler bule yang ada di Jogja. Nah, lokasi tempat Hotel Pandanaran ini berdiri dulu setahu saya bangunan yang nggak jelas, mangkrak, terus dipagari seng gitu. Eh, kok sekarang jadi hotel bagus.

                                                                                             foto: tripadvisor.com
Hotel Pandanaran terletak di Jl Prawirotaman No 38. Kalau mau naik  bus TransJogja, dari halte Malioboro nanya aja ke petugas di halte, mau turun di Halte Pojok Beteng Wetan (Jl Kol Sugiyono). Habis itu jalan dikit ke barat, ada perempatan belok kiri (Jl Parangtritis) udah lurus aja ke selatan sampai gang pertama (Timuran) lurus lagi, nah gang kedua (Prawirotaman) masuk aja atau belok kiri. Lokasi hotel ada di ujung kanan jalan. Kalo dihitung dari halte TransJogja agak jauh sih, tapi saya suka jalan kaki, jadi no problem. Pilihan lain ada taksi, becak motor (mulai banyak), atau dari halte ke hotel naik becak kayuh Rp 7.000-an. Seinget saya, sebenarnya ada satu bus kota yang lewat di sebelah timur hotel. Saya pernah naik sekali, tapi lupa itu bus nomor berapa. Maap hihihi.

Pertama taksi saya masuk ke halaman hotel, saya cukup kaget juga. Jadi saya bayar Rp 90.000 untuk hotel sebagus ini??  Ya sudah, rejeki anak sholeh yang gemar mijitin Ibunya ya kayak gini. Begitu masuk, proses check in super lancar, saya tinggal tunjukin daftar pemesanan saya di Hotel Quickly. Nah, ini kan kali ke empat saya pakai Hotel Quickly, biasanya kamarnya asal yang ada aja. Ibaratnya, kamar sisa gitu. Seringnya dapat kamar yang twin bed. Lha saya kan sendirian ? mana badan saya kan gede, sayang dong. Di Semarang bahkan saya nekat gabungin dua bed kecil biar jadi bed besar. Mengingat itu pula, saya langsung minta double bed atau yang King Size. Dengan sangat ramah, mereka mengusahakan. Nah, biar saya nggak bengong mati gaya, mas-nya resepsionis memintakan saya welcome drink. Gak tau ya, jadi awkward aja, soalnya saya pernah tidur di hotel bintang lima pun pas check in gak pake welcome-welcome macam gini. But, thanks anyway...atas pelayanannya yang ramah.

Setelah sekitar 5 menit mencarikan kamar yang sesuai permintaan saya, mereka nggak nemu juga. Akhirnya, masnya resepsionis berkoordinasi dengan mbaknya resespsionis. Lalu mereka saling berpelukan dan akhirnya mereka jadian...haissshh...maksud saya, setelah berkoordinasi, akhirnya diputuskan bahwa kamar saya di-upgrade, for free. Dari budget room, menjadi standard room. Saya mengangguk aja, padahal nggak ditanya :). "Kami meng-upgrade kamar Bapak. Semoga Bapak berkenan." Iya pastilah berkenan.

Oya untuk naik ke lantai atas, lift menggunakan key card kamar hotel kita. Begitu ditempel, langsung otomatis terpencet nomor lantai kamar kita. Misalnya kamar kita 310, maka tempel kartu di tombol lift aja, maka langsung terpencet nomor 3. Key card di hotel lain beberapa hanya digunakan untuk "membuka" tombol lift, lalu kita masih harus memencet nomor.

                     Standard Room                                              foto: tripadvisor.com
Nah, kamar standar itu macam apa sih? Macam foto di atas itu. Bedanya, bed yang buat saya bukan twin tapi yang King Size, satu tapi gede. Fasilitasnya : Handuk dua buah, toiletries-nya ada dua sikat gigi lengkap dengan pasta giginya (baru kali ini dapat pasta gigi yang mendingan. Rasanya cengkeh). TV kabel, coffee maker lengkap dengan kopi, gula, ada juga teh, serta air mineral. Terus AC pasti dong, sendal hotel dua pasang, udah itu sih. Interiornya saya suka. Model simple, minimalis, warna-warna dinding kuning gading mixed off white yang menenangkan. Oh ya, showernya lancar dan deres. Ada hot water (pasti dong). 

       Budget room                                                                foto: tripadvisor.com

Nah, saat saya ngulik budget room-nya, ternyata bedanya ada di interior. Kalau budget room, wastafel ada di luar atau menyatu dengan kamar mandi. Tetapi kalau standard room, berada di dalam kamar mandi yang tersekat secara terpisah dari bed. Selain itu, kalau budget room gak ada coffee maker, hanya air mineral.

Terus catatannya sih ini:
1. Di shower hanya tersedia sabun cair. Tidak tersedia shampo. Beberapa hotel menyediakan sabun yang sekaligus bisa dijadikan shampo (nggak ngerti juga, emang sabun bisa jadi shampo atau sebaliknya?) . Tetapi ini keterangannya hanya soap. Yang paling umum, ada sabun cair dan shampo di wadah terpisah.
2. Toiletries-nya pun tidak komplet. Hanya sepasang sikat gigi dan pastanya. Serta ditambah satu sabun batangan di wastafel.
3. Tidak gelas bening di wastafel untuk meletakkan sikat gigi habis pakai.
4. Tidak ada mini bar.
5. Tidak ada notebook dan pensil khas hotel untuk nyatet-nyatet.

Beberapa orang mungkin menganggap catatan di atas penting. Bagi saya sendiri tidak terlalu mempermasalah ada atau tidak ada barang-barang yang ada di point-point di atas. Oya, yang saya suka dari kamar ini adalah adanya lampu baca dan colokan tepat di tengah-tengah bed yang ganggang lampunya fleksible bisa dipindah posisi sesuai keinginan. Ini sangat berguna bagi yang suka baca, atau yang ingin nge-charge hp sambil tiduran.

Lebih dari itu, saya cukup puas dengan pelayanan hotel. Yang dapat poin tertinggi dari saya adalah keramahan petugas hotelnya. Keren deh. Kalau soal kamar, untuk bintang tiga ya menurut saya ya cukuplah. Oh ya, jangan lupa...mereka juga punya pool keren namanya Flamboyan Sky Pool. Berenang di teriknya Jogja sambil menikmati view kota ini.

Flamboyan Sky Pool  foto: Tripadvisor.com
Poin plus lainnya adalah soal lokasi. Iya, memang mungkin jauh dari Malioboro. Tetapi kalau soal tempat makan, hadeeeuh...banyak nian kafe-kafe keren di sepanjang Jl Prawirotaman ini, termasuk di depan persis Hotel Pandanaran. Kebanyakan sih western food. Kalau malam minggu juga banyak anak-anak muda hang out di sono.

So, kalau kamu pengen nginep di hotel yang keren tapi rate-nya ramah di kantong, ambil deh hotel ini. Kalau di agent hotel online masih tetap mahal harganya, coba via Hotel Quickly atau langsung aja nyasar ke situs resminya, klik bagian promo. Sering ada promo. Btw, ini bukan artikel endorsement ya...ane bukan dibayar pihak hotel, tapi bener-bener karena ane pengen berbagi info saja. Selamat mencoba ya :)

Eh....bentar. Ada yang nanya, kok nggak cerita soal sarapannya??? Lu pikir ? Rp 90.000 dapet upgrade kamar heratisss masih minta free breakfast ? Hihihihi. Nggak ada.

Regards,

A

2 comments:

Meriska Putri W said...

Favorit banget emang daerah prawirotaman dan sekitarnya,, sebenermnya jatohnya malah lebih mudah n deket sih akses kemana2nya mas.. daripada malioboro yg jalannya muter2 karena kebanyakan 1 arah..

Ngiri banget bisa dapet kamar murah di hotel bagus,, aku kok gak pernah beruntung gtu ya, hikz

Ariy said...

@Meriska Putri

Makasih sudah berkunjung. Kalau diskon bisa dari mana saja Riska. Coba pakai aplikasi Hotel Quickly, ada artikel khusus tentang HQ yang aku tulis beberapa waktu lalu. Juga kamu bisa manfaatkan diskon dari agen booking hotel online. Biasanya mereka gelar promo. Rajin rajin pantengin aja sosial media mereka.

Terima kasih sudah berkunjung.