Monday, September 2, 2013

Coming soon : The Ho[S]tel by Ariy & Sony


           


                 Sebagai orang yang sama-sama menyenangi traveling, kami memiliki banyak kesamaan, antara lain kami memiliki banyak cerita seputar perjalanan yang pernah kami lakukan. Beberapa kali obrolan, meluncurlah cerita-cerita seru yang pernah kami alami.  Sampai kemudian, saya lontarkan ke Sony, hey...kayaknya seru nih nulis bareng.
            Sebagai travel writer, saya beruntung lumayan sering jalan dan memiliki banyak stok cerita. Sementara Sony, yang berlatar belakang akademisi, saya lihat jam terbang jalan-jalannya juga tinggi, entah untuk urusan kuliah atau yang lainnya. Saya memikirkan konsep buku The Ho(S)tel ini saat saya traveling di Kuala Lumpur bulan Februari 2012.  Waktu itu saya sering memikirkan hotel atau hostel yang aneh-aneh, salah satunya saya ingin sekali mencoba konsep capsule hotel yang ada di Kuala Lumpur (di kota-kota dunia lain banyak yang sudah punya), yaitu tempat nginep buat traveler on budget, hanya serupa ruangan kecil sebadan (saya membayangkan peti mati agak gede sedikit), extremely small room, yang ditata bertumpuk-tumpuk. Saya juga membayangkan ini semacam kotak pendingin mayat di rumah sakit hihihi. Sayangnya saya batal mencoba capsule hotel di Kuala Lumpur, karena kelupaan sampai pulang. Tapi dari situ muncul ide, saya memiliki banyak cerita tentang menginap di hotel, hostel, homestay, guesthouse, atau apapun itu namanya, kenapa tidak ditulis saja? Lalu saya ingat Sony, yang meskipun saya belum pernah traveling bareng dengannya, saya pikir Sony pasti punya banyak cerita yang bisa dibagi mengingat jam traveling dia yang lumayan tinggi.
Hotel atau hostel menjadi salah hal yang mewarnai setiap perjalanan. Tiga hal utama yang selalu menjadi perhatian awal saya (pasti Anda juga) sebagai traveler adalah transportasi, makan, serta hotel atau hostel. The Ho(S)tel - tentu dari judulnya Anda akan tahu kami akan bercerita tentang apa -  merupakan cerita perjalanan masing-masing dari kami, dari satu hotel ke hotel lain, dari satu ranjang hostel ke ranjang hotel yang lain, dari satu toilet homestay ke toilet homestay yang lain. Semua dari perspektif traveler. Ada cerita seru, sial, aneh, yang ingin kami bagi untuk Anda. Dari shocking story di sebuah hotel kecil di Surabaya, hingga cerita dari sebuah hotel di Salzburg, di Austria. Dari “keseruan” di sebuah hostel di Kunming, China hingga kehebohan di sebuah penginapan di Sydney. Semua kami tampilkan secara ringan dan apa adanya.
            Ada perbedaan mendasar yang saya temukan dari cara traveling saya dengan cara traveling Sony, yang menurut saya bisa saling melengkapi untuk mewujudkan buku ini. Pertama soal gaya traveling, Sony memiliki banyak pengalaman traveling dengan menginap di hotel berbintang, meskipun juga dia punya banyak pengalaman menginap di hostel (dorm sekalipun). Sementara saya, menginap di hotel berbintang beberapa kali saja dan bisa dihitung dengan jari, nyaris lebih dominan menginap di hostel atau hotel murah, dan lebih sering di dorm. Hal lainnya, saya bisa fokus menuliskan pengalaman tinggal di hotel atau hostel di kawasan Asia dan domestik, dan Sony memiliki pengalaman tinggal di hotel Eropa dan Australia. Perbedaan ini yang kemudian kami diskusikan dan kami menuliskannya untuk Anda.
            Cerita-cerita yang kami tuliskan kami kelompokkan dalam tiga bagian: yaitu bagian The Hotel tentang cerita seputar pengalaman kami menginap di hotel, kemudian The Hostel yang tentunya cerita pengalaman menginap di hostel, yang ketiga adalah “The Hotel”, ya hotel dalam tanda kutip, sebuah pengalaman menginap tidak literally di hotel, tetapi fungsinya bagi kami sebenarnya sama saja.
            Akhirnya, senang bisa berbagi cerita dengan Anda tentang pengalaman kami. Semoga membuat Anda semakin semangat untuk traveling dan menemukan cerita Anda sendiri.

Cheers,
Ariy & Sony

8 comments:

fardelynhacky said...

Selamat ya mas ari, lancar jaya bukunya terbit ;)

Cipu said...

Jyaaah gua seharusnya ikut Rie, gua banyak cerita tentang the hostel..... Mulai dari "misteri ranjang bergoyang", "turis di tengah turis", "tips dan trik sholat di hostel", dan judul judul aneh lainnya wakakkakaak

Darn gua ga tau project ini :D

Ariy said...

@Fardelynhacky : makasih mbakkk...ayo ikut nuliss :). Terima kasih juga sudah mampir di blog saya.

@Cipu: nggak inget pas itu...padahal butuh banyak tulisan. Next book ikoot yak

ankhe said...

can't wait can't wait..
saya pengen ngerasain tinggal di homestay, dan belom tau bedanya ama hostel.. buku ini kayanya bisa menjawab pertanyaan dibenak saya :)))

Untung Wahyudi said...

Wah, menarik kayaknya buku ini. jadi pengin baca. Selamat,ya. Nomadic Heart-nya juga keren tuh.

Anna Swan said...

Waaaah...sudut pandangnya jadi kebalikan dari hotelicious nih mas ari... buku seperti ini yg sudah lama saya tunggu. Congrats buat bukunya!

miz tia said...

deadlinenya masih lama ya..
:) .

miz tia said...

seru, tentang perjalanan saya suka.